HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Kementerian Kesehatan Keluarkan Travel Advisory Untuk Antisipasi Virus Zika

2

HARIANACEH.co.id – Kementerian Kesehatan mengeluarkan travel advisory bagi masyarakat Indonesia yang hendak pergi ke luar negeri. Hal ini sebagai bentuk antisipasi agar masyarakat tidak tertular penyakit virus Zika, yang tengah menjangkit di beberapa negara.

Negara yang mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) virus Zika, yakni Brazil, Cape Verde, Colombia, El Savador, Honduras, Martinique, Panama, dan Suriname.

Sedangkan negara-negara yang memiliki status transmisi aktif, yakni Barbados, Bolivia, Curacao, The Dominican Republic, Ecuador, Fiji, French Guiana, Guadalope, Guatemala, Guyana, Haiti, Meksiko, New Caledonia, Nicaragua, Paraguay, Puerto Rico, Saint Martin, Samoa, Tonga, Thailand, US Virgin Islands, dan Venezuela.

Dalam travel advisory tersebut, Menteri Kesehatan RI, Nila Farid Moeloek, berpesan kepada masyarakat Indonesia untuk menghindari gigitan nyamuk saat berkunjung ke negara yang sedang terjadi KLB virus Zika tersebut. Caranya, kata dia, dengan memakai pakaian panjang dan tertutup, menggunakan obat oles anti nyamuk, dan tidur menggunakan kelambu atau di dalam kamar dengan kawat kassa anti nyamuk.

Selain itu, Nila juga menganjurkan agar masyarakat Indonesia segera memeriksakan diri ke dokter bila mengalami sakit. “Wanita hamil dianjurkan sebaiknya tidak berkunjung ke negara yang sedang KLB penyakit virus Zika. Jika terpaksa harus melakukan perjalanan ke negara tersebut, hendaknya melakukan tindakan pencegahan dari gigitan nyamuk secara ketat,” ujar Nila dalam keterangannya, Rabu (3/2/2016).

Nila pun meminta masyarakat yang baru kembali dari negara yang mengalami KLB virus Zika, untuk memeriksakan kondisi kesehatannya dalam kurun waktu 14 hari setelah tiba di Indonesia.

“Segera periksakan diri ke dokter apabila mengalami keluhan atau gejala demam, ruam kulit, nyeri sendi dan otot, sakit kepala dan mata merah. Jangan lupa, sebutkan riwayat perjalanan dari negara yang sedang KLB penyakit virus Zika kepada dokter pemeriksa,” kata Nila.

Nila menambahkan Kemenkes akan meningkatkan kewaspadaan di pintu masuk negara melalui Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di seluruh bandara dan pelabuhan di Indonesia. Serta, meningkatkan pelayanan di fasilitas kesehatan.

Hal ini merupakan bagian dari langkah pemerintah untuk melindungi masyarakat Indonesia dari kemungkinan tertular virus Zika ini. Terlebih, saat ini intensitas lalu lintas barang dan manusia lintas negara cukup tinggi.

Lebih lanjut, guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini berpesan agar masyarakat tidak panik dan tetap waspada terhadap perkembangan virus Zika.

loading...