HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Tahanan Berusia 72 Tahun Dieksekusi Mati Pemerintah AS

2

HARIANACEH.co.id – Negara bagian Georgia, Amerika Serikat (AS) melakukan ekskusi mati terhadap tahanan tertua mereka. Tahanan itu dieksekusi di usia 72 tahun.

Eksekusi mati terhadap Brandon Jones, berlangsung hanya beberapa hari sebelum ulang tahunnya ke-73. Jones dieksekusi mati dengan cara suntik di sebuah penjara di Jackson.

Pria Afrika Amerika ini sudah dipenjara selama lebih dari 36 tahun. Dia dihukum pada 1979 silam, atas kasus pembunuhan karyawan toko berkulit putih.

Pengacara dari Jones mengeluarkan banding akhir untuk menunda eksekusi, termasuk kepada Mahkamah Agung AS. Namun banding tersebut ditolak.

Kritikan muncul terkait eksekusi ini. Inti kritikan terletak pada hukuman ganda yang dihadapi oleh terpidana mati, termasuk menjalani hukuman penjara dengan hukuman akhir, eksekusi mati.

Salah satu yang mengkritik hukuman semacam ini adalah Hakim Agung Stephen Breyer. Menurutnya penjara yang dihadapi oleh terpidana mati, telah mengecilkan tujuan dari eksekusi mati itu sendiri.

Sementara penentang hukuman mati menilai banyak terpidana mati yang divonis di saat sistem hukum yang memuaskan. Jika kasus mereka diadili saat ini, mungkin saja vonisnya akan berbeda.

“Kasus Jones membuahkan pertanyaan atas aplikasi eksekusi mati yang diskriminasi serta sifat proporsionalnya,” pernyataan Death Penalty Information Center, seperti dikutip AFP, Rabu (3/2/2016).

“Dia dan rekannya, Van Solomon,-yang keduanya warga Afrika Amerika- divonis mati karena membunuh penjaga toko di tempat pengisian bahan bakar ketika terjadi perampokan. Jones membantah telah menembak penjaga toko itu dan penuntut tidak pernah menentukan siapa yang melepaskan tembakan,” lanjutnya.

Solomon sendiri tewas saat dieksekusi mati pada 1985. Seorang hakim memerintahkan untuk Jones diberi vonis ulang, karena ada seorang juri yang membawa kita Injil saat membahas hukuman untuknya.

loading...