HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Tiga Petinggi ISIS Dibunuh Sniper ‘Hantu’

1

HARIANACEH.co.id – Seorang penembak jitu atau sniper dikabarkan telah berhasil membunuh tiga petinggi kelompok militan Islamic State (ISIS) di kota Sirte, Libya.

Sniper ini mendapat julukan ‘Ghost’ (hantu) karena identitasnya masih misterius. Tidak diketahui apakah dirinya bergerak sendiri, memiliki rekan sesama sniper atau bekerja untuk pemerintah atau organisasi tertentu.

Menurut laporan The Telegraph, Rabu (3/2/2016), rumor mengenai sniper hantu ini terus menyeruak di Libya. Satu per satu komandan ISIS di Libya mulai berjatuhan di tangan sang sniper.

Korban tewas sniper hantu dilaporkan bernama Abdullah Hamad al-Ansari, seorang komandan ISIS dari kota Obari. Ia ditembak saat baru keluar dari masjid pada 23 Januari.

Kantor berita Libya Prospect melaporkan bahwa Hamad Abdel Hady, seorang warga negara Sudan yang bekerja untuk pengadilan ISIS di Libya, juga terkena peluru sniper hantu di luar sebuah rumah sakit, beberapa hari sebelumnya.

Sasaran lainnya adalah Abu Mohammed Dernawi, yang terbunuh pada 19 Januari di dekat rumahnya di Sirte.

Tiga titik tempat beraksinya sniper hantu di Sirte
Tiga titik tempat beraksinya sniper hantu di Sirte. (Google Maps/Daniele Ranieri)

Kematian ketiga petinggi ISIS ini belum dapat dikonfirmasi secara resmi, karena awak media kesulitan bekerja di zona berbahaya. Namun dari beberapa laporan media lokal, militan ISIS dilaporkan melakukan serangkaian penangkapan dan eksekusi untuk mengejar jejak sniper hantu.

Seorang saksi mata mengatakan kepada situs al-Wasat: “Rasa takut muncul di jajaran ISIS. Mereka menembakkan senjata secara acak udara untuk menakut-nakuti warga. Mereka terus mencari sniper itu.”

Sirte Dikuasai ISIS

Sirte, yang diklaim ISIS lebih dari setahun lalu, adalah kota jajahan pertama di luar markas besar mereka di Raqqa, Suriah. Kota ini memiliki lokasi strategis karena dekat dengan benua Eropa dan beberapa sumber minyak.

ISIS menerapkan aturan ketat di Sirte. Sejumlah stasiun radio dipaksa berhenti memutarkan musik, dan banyak larangan keras lainnya yang diterapkan ISIS.

Eksekusi kerap dilakukan ISIS di ruang publik Sirte, lewat cara dicambuk hingga mati atau dipenggal. Sejumlah billboard bertuliskan propaganda ISIS dipasang di sudut-sudut kota.

Namun aturan keras ISIS dilaporkan mendapat perlawanan, karena sniper hantu mulai mendapatkan dukungan dari warga lokal yang marah.

Identitas sniper hantu di Libya belum diketahui
Identitas sniper hantu di Libya belum diketahui. (News Corp Australia)

Identitas Sniper

Hanya sedikit atau bahkan tidak ada informasi mengenai identitas sniper hantu, apakah dia itu pria atau wanita, atau bagian dari kelompok bersenjata.

Sejumlah laporan mengklaim sniper itu adalah seorang pria dan pejuang dari kota Misrata. Rumor lainnya menyebut sniper itu telah melatih kemampuannya dalam masa pemberontakan terhadap diktator Kolonel Gaddafi.

Laporan lokal di beberapa kota menduga sniper itu adalah anggota pasukan khusus Amerika Serikat atau seorang pahlawan lokal Sirte yang ingin membebaskan tempat kelahirannya dari jeratan ISIS.

loading...