HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

EKSKLUSIF: Beredar Foto Langka Kematian Moamar Khadafi

1

HARIANACEH.co.id – Foto brutal di saat mantan pemipin Libya Moamar Khadafi disiksa dan dipukuli hingga tewas, beredar di Libya.

Foto pada Oktober 2011 ini diambil oleh Ayman Almani dengan telepon seluler. Tubuh penuh darah dan disertai luka tampak jelas dalam foto tersebut.

Foto Langka Kematian Khadafi
(BBC)

Reporter BBC Gabriel Gatehouse melacak Almani yang memperlihatkan foto langka tersebut. Dari gambar yang diperlihatkan, tampak jelas Khadafi dalam kondisi dipenuhi dan memohon pengampunan.

“Dia pantas mendapatkan,” ujar Almani, seperti dikutip BBC, Jumat (5/2/2016).

“Tetapi warga tidak bisa menahan amarahnya dan tidak  ada satu pun yang bisa menghentikan,” jelas Almani.

Reporter BBC Gabriel Gatehouse melacak Almani yang memperlihatkan foto langka tersebut. Dari gambar yang diperlihatkan, tampak jelas Khadafi dalam kondisi dipenuhi dan memohon pengampunan. "Dia pantas mendapatkan," ujar Almani, seperti dikutip BBC, Jumat (5/2/2016). "Tetapi warga tidak bisa menahan amarahnya dan tidak ada satu pun yang bisa menghentikan," jelas Almani.
(BBC)

Meskipun geram, Almani mengaku tidak bisa menerima apa yang terjadi. Menurutnya Islam mengajarkan untuk tidak memperlakukan tahanan dengan kejam dan tidak melakukan balas dendam.

Gatehouse juga kembali ke Libya untuk melacak pria yang memegang pistol emas yang dimiliki oleh Khadafi. Pria yang difoto memegang pistol itu diketahui bernama Mohammed Elbibi.

elbibiafp
AFP

Elbibi akhirnya bertemu dengan Gatehouse dan menceritakan penemuan pistol tersebut, yang membuat foto dirinya memegang pistol itu beredar di dunia internasional. Foto Elbibi sendir dianggap sebagai simbol kemenangan Libya.

“Saya ingat (foto itu),” tutur Elbibi sambil tersebut. “Saat itu saya baru berusia 17 tahun,” imbuhnya.

Kepada Gatehouse, Elbibi mengatakan dirinya tidak ada kaitan dengan pembunuhan terhadap Khadafi. Dia menemukan pistol itu di jalan.

Banyak pihak yang mengira dia telah membunuh Khadafi dan dalam sekejap menjadi pahlawan dari revolusi Libya. Elbibi mengaku masih memiliki pistol itu dan memperlihatkannya kepada Gatehouse.

Namun Elbibi menyebutkan dia masih kerap menerima ancaman kematian dari loyalis Khadafi. Elbibi ingin dunia tahu bahwa bukan dirinya yang membunuh Khadafi.

loading...