HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Jessica Kumala Wongso di Penjara, Begini Kehidupannya

4

HARIANACEH.co.id – Jessica Kumala Wongso hanya bisa merenung. Sejak ditetapkan sebagai tersangka pembunuh Wayan Mirna Salihin, 27, dirinya harus mendekam di kamar kusam berukuran 2×3 meter per segi di Blok A Rumah Tahanan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Kamis, 4 Februari merupakan hari kelima Jessica meratapi nasib sebagai pesakitan. Ia bahkan enggan berinteraksi dengan tahanan lain dan lebih memilih mengurung diri di dalam sel.

Alumnus Billy Blue College of Design, Sidney, Australia itu sering terlihat murung dan sepanjang hari hanya menghabiskan waktu dengan merebahkan tubuh di atas selembar kasur tipis.

Kehidupan yang dialami Jessica berbanding terbalik dengan kondisi sebelum dirinya tersandung kasus pembunuhan Mirna, sahabatnya. “Kadang dia di sel suka nangis sendiri,” kata Yudi Wibowo Sukinto, kuasa hukum Jessica.

Dara berusia 27 tahun itu kerap memikirkan sejumlah opini publik yang terkesan menyudutkannya. Kesedihan itu disampaikan dengan nada terisak kala ada anggota keluarga maupun kuasa hukum yang datang membesuknya.

“Mau ngapain lagi di dalam tahanan seperti itu karena hak dan kemerdekaannya sudah dirampas. Siapa pun yang berada di sana pasti tidak betah, apalagi ruangan pengap, tidak ada udara segar,” terang Yudi.

Direktur Perawatan Tahanan dan Penitipan Barang Bukti Polda Metro Jaya AKBP Barnabas mengatakan, sel yang ditempati Jessica berbeda dengan sel lain. Perbedaan itu tidak terkait dengan fasilitas atau perlakuan khusus.

Jessica hanya ditempatkan seorang diri. Pihak kepolisian sengaja memberikan pertimbangan itu dengan alasan menghindari hal yang tidak diinginkan. “Karena umumnya tahanan baru mudah stres,” kata Barnabas.

Alasan lainnya, sambung Barnabas, agar Jessica tidak diintimidasi oleh tahanan lain yang mungkin dapat berdampak pada emosi dan mengganggu konsentrasi atas perkara hukum yang membelitnya.

“Jadi, bukan di bully secara fisik, tetapi dengan kalimat-kalimat yang mengganggu psikologisnya. Kalau di ruangan sendiri kan enak, ada kamar mandi dan tempat tidur sendiri,” terang dia.

Barnabas, menambahkan, Jessica menjadi tahanan paling sibuk dan jarang makan siang. Maklum, hampir setiap hari tersangka dijemput oleh penyidik guna menjalani pemeriksaan lanjutan.

Jessica juga tidak berselera dengan menu makanan yang disajikan pihak rutan. Pasalnya, seluruh tahanan tetap diberikan jatah sama, seperti sepiring nasi berikut sayur bening dan lauk tahu atau tempe.

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya Komisaris Besar Musyafak mengatakan, Jessica boleh menerima makanan dari luar seperti nasi padang yang menjadi salah satu menu favoritnya.

Namun, makanan itu wajib diperiksa guna memastikan tersaji higienis dan tidak berpotensi menganggu kesehatan. “Sehingga nantinya tersangka tidak ada alasan sakit karena makanan dan bisa diperiksa,” kata Musyafak.

loading...