HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Nazaruddin Merintih Kesakitan Saat Diperiksa KPK

3

HARIANACEH.co.id – Terpidana kasus suap wisma atlet SEA Games Palembang, Muhammad Nazaruddin, menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia akan diperiksa terkait dua kasus dugaan korupsi sekaligus.

Dua kasus tersebut yaitu, kasus dugaan korupsi Pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Udayana pada 2009-2011, dan kasus dugaan tindak pidana korupsi Pembangunan Wisma Atlet dan Gedung Serbaguna Pemprov Sumatera Selatan pada 2010-2011.

Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat ini tiba gedung Lembaga Antikorupsi ini sekira pukul 14.30 WIB. Dia tampak kurang sehat. Semenjak turun dari mobil tahanan, ia tampak terus memegang pinggang dan perutnya sembari berjalan menuju Gedung KPK.

Saat ditanya tentang kesehatannya, ia pun merintih kesakitan dengan memperlihatkan wajah lemasnya dan terus memegang pinggangnya sambil menuju masuk Gedung KPK. Tapi, ia tidak menjawab perihal sakit yang dideritanya saat ini. “Sakit ini (perut),” singkat dia.

Nazaruddin ditetapkan menjadi tersangka pencucian uang pada 13 Februari 2012. Puluhan saksi telah dipanggil dan aset-aset milik suami Neneng Sri Wahyuni ini telah disita penyidik KPK.

Nazaruddin diduga mencuci uang sebesar Rp300,85 miliar dengan membeli saham PT Garuda Indonesia menggunakan uang korupsi terkait pemenangan proyek PT Duta Graha Indah. Dana sebesar Rp300 miliar itu digunakan membeli 400 juta lembar saham dan fee Rp850 juta untuk Mandiri Sekuritas.

Pembelian saham perdana PT Garuda Indonesia itu dilakukan lima perusahaan yang merupakan anak perusahaan Permai Grup milik Nazar. Perusahaan tersebut adalah PT Permai Raya Wisata, PT Exartech Technology Utama, PT Cakrawala Abadi, PT Darmakusumah dan PT Pacific Putra Metropolitan.

Atas dugaan itu, Nazaruddin dijerat Pasal 12 huruf a atau b, subsider Pasal 5 Ayat (2), subsider Pasal 11 Undang-Undang Tipikor. Selain itu, dia juga dijerat dengan Pasal 3 atau Pasal 4 juncto Pasal 6 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU.

Saat ini, Nazaruddin sedang menjalani hukuman tujuh tahun penjara di Lapas Sukamiskin, Bandung. Hukuman itu berdasarkan putusan kasasi yang dijatuhkan Mahkamah Agung pada 23 Januari 2013.

MA juga menjatuhkan hukuman denda Rp300 juta kepada Nazaruddin. Apabila denda Rp300 juta tidak dibayar, Nazar diwajibkan menggantinya dengan pidana kurungan selama enam bulan.

Putusan ini menguatkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta yang memberi vonis empat tahun 10 bulan penjara denda Rp200 juta pada 20 April 2012. Vonis Pengadilan Tipikor tersebut lebih ringan dibandingkan tuntutan jaksa dengan pidana penjara selama tujuh tahun.

Di persidangan, Nazar terbukti menerima suap Rp4,6 miliar. Nazar juga dinilai memiliki andil membuat PT Duta Graha Indah yang kini ganti nama menjadi PT Nusa Konstruksi Enjiniring menang lelang proyek senilai Rp191 miliar di Kementerian Pemuda dan Olahraga.

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time