HARIANACEH.co.id —Ā Sebuah panel yang dibentuk oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengumumkan bahwa pendiri WikiLeaks Julian Assange harus dibebaskan.

Selama ini Assange berada dalam perlindungan Kedutaan Besar Ekuador di London, Inggris dan tidak bisa keluar bebas.

Panel itu juga menyebutkan bahwa Assange juga layak untuk mengklaim kompensasi dari pihak Inggris dan Swedia. Selama ini Swedia mengeluarkan perintah penangkapan terhadap Assange yang dituduh melakun pemerkosaan.

Pria berusia 44 tahun itu tinggap di Kedutaan Besar Ekuador di London, sejak Juni 2012. Dia terpaksa bertahan, untuk menghindari penangkap dan ekstradisi dari Inggris ke Swedia.

Baca Juga:  Di Stasiun Frankfurt Terjadi Aksi Penikaman Empat Orang Penumpang

Assange tinggal di sebuah kamar kecil lengkap dengan tempat tidur, komputer atas olah raga. Selain itu dia juga memiliki akses terbatas ke balkon kecil di gedung kedubes.

“Panel menyebutkan bahwa Julian Assange ditahan semena-mena oleh Pemerintah Swedia dan Pemerintah Inggris,” pernyataan panel PBB itu, seperti dikutip AFP, Jumat (5/2/2016).

“Selain itu, panel juga menilai penahanan terhadap Assange harus diakhiri dan dia layak untuk diberikan kompensasi,” tegas pernyataan ini.

Namun pernyataan dari panel tersebut langsung ditolak oleh Inggris dan Swedia. Kedua negara menilai keputusan panel tidak mengikat secara hukum.

Baca Juga:  Anak Berusia 10 Tahun Ini Ditembak Mati Kelompok Taliban

“Ini tidak mengubah apapun. Kami menolak klaim bahwa Julian Assange korban penahanan semena-mena. Inggris sudah menjelaskan kepada PBB akan melawan opini panel,” pungkas pernyataan Pemerintah Inggris.

Hal serupa juga dinyatakan oleh Pemerintah Swedia. Menurut Kementerian Luar Negeri Swedia, panel tersebut tidak berhak untuk mencampuri kasus yang tengah berjalan dalam otoritas publik Swedia.

loading...