HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Storage di Indonesia Timur Akan Dibantu Pertamina Untuk Dibangun

1

HARIANACEH.co.id – PT Pertamina (Persero) menyatakan kesiapannya dalam program pemerintah untuk membangun 25 storage di wilayah Indonesia bagian timur.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro mengatakan, Pertamina mempunyai pengalaman untuk membangun daerah-daerah terpencil. Juga untuk pengalaman mendistribusikan Bahan Bakar Minyak (BBM).

“Kita cukup punya pengalaman untuk bisa membangun di daerah-daerah terpencil, kita juga cukup berpengalaman untuk pola distribusi yang dibutuhkan dari produk maupun produk eks mancanegara atau impor,” kata Wianda dalam pertemuannya dengan wartawan di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (4/2/2016).

Wianda menjelaskan, Pertamina sangat terbuka apabila Pemerintah mengajak perusahaan pelat merah itu dalam pembangunan storage tersebut. Tapi, Pertamina akan melihat lagi apakah mekanismenya akan sebagai operator atau menjadi kontraktor.

“Nanti kita lihat bagaimana mekanismenya seperti jaringan gas (jargas) dan SPBG kita sebagai operator atau emang dari awal kita boleh sebagai kontraktor,” ucap Wianda.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja, mengatakan, Pemerintah telah menganggarkan Rp82,58 miliar untuk pembangunan 25 storage di wilayah Indonesia bagian timur. Hal itu dilakukan lantaran selama ini sering kali pendistribusian BBM sulit menjangkau wilayah-wilayah itu.

“Tahun kita mengusulkan banyak sekali anggaran untuk Indonesia Timur,” kata Wirat.

Wirat menjelaskan, sering kali Pertamina tidak bisa mendistribusikan BBM karena gelombang laut pada bulan-bulan tertentu sedang tinggi-tingginya ditambah dengan tidak ada penyipanan BBM yang cukup besar menampung BBM tersebut.

Sehingga tidak aneh bila harga BBM di wilayah Indonesia bagian timur cenderung sangat tinggi dibandingkan harga BBM di daerah Indonesia bagian barat.

“Di sana gelombang tinggi itu Januari-April. Karena tidak ada penyimpanan yang cukup besar. Pada saat gelombang tinggi kapal-kapal kecil tidak bisa merapat. BBM susah, harganya bisa Rp15.000 sampai Rp30.000 per liter,” jelas Wirat.

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time