HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Prabowo Panggil Gubernur, Sandiaga: “Ini Intruksi untuk Kerja Keras”

3

HARIANACEH.co.id – Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Gerindra Sandiaga Uno terkejut saat mendengar panggilan ‘gubernur’ dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Panggilan itu, kata dia, merupakan sebuah perintah.

Sandiaga mengaku tak mengartikan panggilan ‘gubernur’ dari Prabowo sebagai sebuah restu. Tapi, panggilan tersebut lebih ke instruksi untuk bekerja lebih keras.

“Saya melihat itu sebagai perintah untuk bekerja lebih keras. Jangan menunggu bola dan langsung terjun ke bawah,” kata Sandiaga di DPC Partai Gerindra Jakarta Utara, Sabtu (6/2/2016) malam.

Menurut dia, Prabowo memiliki alasan tersendiri memanggilnya dengan sebutan ‘gubernur’. Apalagi, ia menilai Prabowo merupakan sosok pemimpin yang berpengalaman.

Diketahui, Prabowo menyapa Sandiaga dengan memanggilnya ‘gubernur kita’ dalam acara perayaan hari ulang tahun ke-8 Partai Gerindra yang digelar di Kantor DPP, Ragunan, Jakarta Selatan. Sandiaga sendiri merupakan satu dari delapan bakal calon gubernur yang lolos ke seleksi berikutnya di penjaringan Partai Gerindra.

Untuk maju menjadi orang nomor satu di Ibu Kota bukan perkara mudah bagi mantan Direktur PT Adaro Indonesia itu. Elektabilitas Sandiaga Uno jelang Pilkada 2017 masih rendah. Bahkan, survei Center for Strategic and International Studies (CSIS) akhir Januari lalu, tak mencantumkan nama Sandiaga dalam peringkat 10 teratas.

Dari hasil survei CSIS, elektabilitas Basuki Tjahaja Purnama masih di peringkat pertama dengan perolehan 43 persen, diikuti Ridwan Kamil 17,25 persen, Tri Rismahrini 8 persen, Adhyaksa Dault 4,25 persen, Hidayat Nur Wahid 4 persen, Tantowi Yahya 4 persen, Abaraham Lunggana 3,75 persen, Nachrowi Ramli 3,75 persen, Alex Noerdin 1,25 persen, dan Djarot Saiful Hidayat 1,25 persen.

Survei CSIS melibatkan 400 responden. Semuanya warga DKI. Mereka berasal dari berbagai kalangan dan tersebar di lima kota di Provinsi DKI. CSIS tak melibatkan warga Kepulauan Seribu. Alasannya, pemilih tetap di sana tak begitu signifikan.

loading...