HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Lawan ISIS, Donald Trump Inginkan Metode Interogasi Brutal

1

HARIANACEH.co.id – Donald Trump ingin memberlakukan langkah keras dan tegas dalam perang melawan kelompok militan Islamic State (ISIS), termasuk metode interogasi yang lebih kejam dari waterboarding.

Waterboarding adalah teknik interogasi kontroversial dengan menyiramkan air ke wajah seseorang yang ditutupi kain untuk menciptakan sensasi seolah-olah tenggelam. Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama melarang metode ini beberapa hari setelah dirinya menjabat pada 2009.

Dalam sebuah wawancara program “This Week” di saluran televisi ABC, Minggu (7/2/2016), Trump menyinggung banyaknya umat Kristen yang dipenggal di Timur Tengah sebagai bukti bahwa AS harus menerapkan metode interogasi keras.

“Kita seperti hidup di zaman medieval,” kata Trump, seperti dikutip Reuters. “Jika semua ini terserah saya, saya akan mengembalikan waterboarding. Dan jika ada yang lebih keras lagi, saya juga akan menerapkannya.”

Saat ditekan lebih lanjut oleh pewawancara George Stephanopoulos bahwa apakah AS juga akan memenggal seseorang seperti di Timur Tengah, Trump menjawab: “Kita akan melakukan hal yang lebih keras dari waterboarding. Mungkin saja (memenggal), jika memang diperlukan.”

Isu waterboarding dan metode interogasi lainnya muncul dalam debat Partai Republik yang disiarkan ABC. Trump menegaskan dirinya tidak hanya akan mengembalikan waterboarding, tapi juga akan menerapkan “banyak metode lain yang lebih keras” jika dirinya terpilih sebagai presiden.

Rival Trump dalam debat, Ted Cruz, mengaku akan membatasi penggunaanwaterboarding, dan mengatakan metode itu tidak masuk dalam kategori penyiksaan.

Metode waterboarding digunakan Agensi Intelijen Pusat AS (CIA) di bawah kepemimpinan Presiden George Bush, di hari-hari awal invasi Negeri Paman Sam ke Irak dan Afghanistan, setelah terjadinya serangan ke WTC pada 11 September 2001. Pembela waterboarding mengatakan metode ini dapat membuat AS lebih aman, tapi kritikus menyebut tidak ada data intelijen signifikan yang didapat dari interogasi kontroversial itu.

Kubu Republik selama ini mengecam keputusan Obama yang menghapuskanwaterboarding, karena dinilai membuat AS menjadi “lemah” di mata dunia. Trump menyebut metode seperti itu dibutuhkan di zaman sekarang, karena banyak musuh AS di luar sana yang bersorak gembira.

“Mereka tertawa kepada kita. Musuh kita tertawa kepada kita, George. Mereka tidak menganggap waterboarding itu sebagai penyiksaan yang sesungguhnya,” ungkap Trump.

Setelah kalah dalam pemilihan awal kaukus di Iowa, Trump bersiap menghadapi pemilihan primer di New Hampshire pada Selasa mendatang.

loading...