HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Di Ambang Perang Dunia Ke-3

1

HARIANACEH.co.id – Perkembangan terbaru yang mengkhawatirkan sekarang terjadi di Suriah dengan beberapa negara lagi mengumumkan akan mengirim tentara ke negara itu, untuk mendukung kelompok yang bertentangan.

Para analis kini khawatir, pertumpahan darah yang terjadi di Suriah sejak 2011, yang kini lebih lama dibandingkan Perang Dunia Pertama, akan menyebar menjadi perang regional besar-besaran.

Arab Saudi mengancam mengerahkan tentara daratnya ke Suriah sementara laporan intelijen menunjukkan Turki juga siap untuk meluncurkan serangan.

Dalam pada itu, laporan dari Kiev menyatakan, Ukraina turut mempertimbangkan mengirim tentaranya.

Jika militer negara tersebut bertempur dengan tentara Rusia dan Iran yang sudah siap berada di Suriah, Pertubuahan Perjanjian Atlantik Utara (NATO) mungkin terseret ke kancang bayangan Perang Dunia Ketiga.

Kebanyakan pakar militer melihat konflik itu sebagai perang proxy antara Arab Saudi yang berfaham Sunni dan didukung Amerika Serikat di satu pihak dan Iran yang berfaham Syiah, didukung oleh Rusia di satu pihak lain.

Perang saudara yang terjadi di Yaman juga adalah pergulatan kekuatan baru untuk menguasai Asia Barat.

Namun, Perang Dingin baru ini akan menjadi teramat ‘panas’ jika tentara Saudi bertempur dengan tentara Iran di medan perang.

Ada laporan mengklaim Arab Saudi sudah memperoleh atau mencoba memperoleh senjata nuklir untuk ‘pertempuran terakhir’ dengan musuh ketatnya itu.

Peneliti di Henry Jackson Society, Tom Wilson mengatakan: “Perang proxy antara Arab Saudi dan Iran meningkat tajam. Pernyataan Saudi untuk mengerahkan tentara ke Suriah mungkin ancaman hanya untuk memaksa Barat mengambil tindakan lebih serius di Suriah.

“Tapi, jika Saudi benar-benar mengirim tentara ke Suriah, ini akan menjadi pembukaan pertempuran baru yang dapat menyebar menjadi konflik regional besar-besaran.”

Rusia mengklaim, berdasarkan gambar yang direkam dari udara mengungkapkan Turki sudah mengumpulkan pasukannya untuk melancarkan serangan terhadap Suriah.

Sekelompok warga Turki sudah bergabung pertempuran di Suriah, memerangi tentara rezim Bashar al-Assad dan ada yang terlibat dalam terorisme bersama kelompok Daish.

Kelompok ultranasionalis negara itu, ‘Serigala Putih’ yang berjuang untuk melindungi bangsa Turki yang tinggal di utara Suriah dan bercita-cita mengembalikan pemerintahan Kekaisaran Ottoman juga terlibat dalam pertempuran melawan tentara Suriah dan tentara Rusia.

Permusuhan antara Rusia dan Turki memang sudah ada sejak ratusan tahun lalu.

Turki kini adalah anggota NATO dan jika negara itu bertempur, seperti yang hampir terjadi setelah Ankara menembak jatuh sebuah pesawat pembom Rusia tahun lalu, Amerika Serikat dan Inggris bertanggung jawab membantu Turki.

Ukraina juga dikatakan sudah menyusun rencana mengirim pasukannya memerangi Daish di Suriah. Negara itu yang bertindak sebagai penyangga antara Eropa dan Rusia sudah terlibat dalam perang saudara dengan pemberontak yang didukung Rusia di negara sendiri.

Jika pasukannya bertempur dengan Rusia di Suriah, semuanya bisa terjadi. Lebih-lebih lagi NATO juga mendukung Ukraina.

loading...