HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Aplikasi Pencegah Bunuh Diri Dikembangkan Inggris dan Amerika

3

HARIANACEH.co.id – Pusat pelayanan kesehatan di Inggris (NHS) bekerja sama dengan peneliti Amerika Serikat melakukan pengembangan sebuah aplikasi pencegah bunuh diri.

Berbasis di Liverpool, Merseycare dan Standford University, para peneliti telah melakukan pembicaraan tentang bagaimana teknologi bisa bekerja. Aplikasi diharapkan siap pada Juni 2016 sehingga pasien pertama bisa diuji coba pada Januari 2017.

Dilansir BBC Internasional, ada lebih dari 6 ribu kasus bunuh diri di Inggris pada 2014. Tiga perempat pelaku bunuh diri adalah pria.

Pemantauan media sosial

Aplikasi ini memiliki sistem kerja yang memungkinkan para dokter melakukan pengamatan sepanjang waktu kepada orang yang berkeinginan bunuh diri. Aplikasi ini akan memantau semua komunikasi digital milik pasien, seperti email, media sosial, dan panggilan telepon. Dari sana, tim dokter bisa melihat potensi bahaya.

Misalnya, seseorang terlacak berada di tempat yang sering digunakan untuk bunuh diri, aplikasi kemudian akan memberitahukan dokter sehingga dokter bisa memberikan saran yang tepat.

Aplikasi juga akan bekerja ketika seseorang melewatkan janji, atau ketika seseorang bercerita kepada temannya bahwa dia ingin bunuh diri.

“Potensinya luar biasa. Kami pikir, kami bisa mengantisipasi orang-orang yang berpotensi membahayakan diri sendiri. Dengan akurasi yang lebih besar, dan kita dapat melakukan sesuatu untuk menyelamatkan nyawa mereka,” ujar Dr David Fearnley, direktur medis di Merseycare.

Dengan aplikasi ini, angka bunuh diri diharapkan berkurang, bahkan hilang sama sekali pada 2020.

Aplikasi ini tentu membutuhkan pendekatan baru dalam hal kepercayaan, mulai dari pelatihan staf hingga keterlibatan pasien.

“Ini kesempatan untuk mengeksploitasi teknologi dengan cara yang belum pernah dilakukan sebelumnya di bidang kesehatan,” tambah Dr Fearnley.

Pengembangan aplikasi didasarkan pada pekerjaan yang melibatkan lima organisasi NHS dan rumah sakit di Amerika Serikat.

Kolaborasi mereka telah menciptakan teknologi yang bisa memindai semua data yang diinput dalam organisasi berbasis digital dan mudah dianalisis.

Merseycare dan Stanford mengarahkan pasien untuk menggunakan aplikasi mulai Januari 2017. Keberhasilannya akan dievaluasi para ahli di luar penelitian selama tiga tahun berikutnya.

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time