HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Denny Indrayana Menghindar Saat Ditanyai Kasus Payment Gateway

2

HARIANACEH.co.id – Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana enggan berkomentar soal kasus dugaan korupsi payment gateway yang menjeratnya bakal dibawa ke Komisi Pemberantasan Korupsi. Pakar hukum dari Universitas Gadjah Mada itu memilih menghindar.

“Hahahaha. Saya mau naik ojek,” kata Denny sambil bergegas meninggalkan Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (9/2/2016).

Sebelum ditanyai soal kasusnya, Denny sempat menjelaskan tujuan kedatangannya bersama beberapa praktisi hukum, antara lain Todung Mulya Lubis, Refly Harun dan Saldi Isra ke KPK, sore tadi. Dia menyatakan kedatangannya bermaksud memberi dukungan kepada Ketua KPK Agus Rahardjo Cs.

“Dukungan kepada pimpinan KPK, bahas macam-macam. Dukungan terhadap perlu-tidaknya revisi UU. Masukan-masukan lah,” kata Denny.

Sebelumnya, Bareskrim mengisyaratkan akan menggelar kasus itu di KPK. Hal itu disinyalir menyusul kasus tersebut hingga kini belum juga maju ke pengadilan. Sementara itu, penetapan tersangka Denny dilakukan pada Maret 2015.

“Nanti kita tahu apa yang kurang dari penyidikan kita. Sudah komunikasi, kita siap dan terserah KPK kapan bisanya,” tutur Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipidkor) Bareskrim Kombes Joko Purwanto di Bareskrim Mabes Polri, Senin 25 Januari 2016.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan, siap berkoordinasi dengan Bareskrim Mabes Polri terhadap kasus yang membuat Denny menjadi tersangka sejak Maret 2015. KPK menyambut baik jika diminta mengungkap praktik korupsi itu.

“Kalau itu benar (Bareskrim akan gelar perkara bersama KPK), kita siap,” kata Saut, Rabu 27 Januari 2016.

loading...