HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Kenapa Banyak yang Menginginkan Leicester Juarai Liga Primer?

1

HARIANACEH.co.id — Bisakah mereka jadi juara? Mampukah mereka? BBC Sport menelisik mengapa melesatnya Leicester di Liga Primer membawa lagi unsur romantisme dalam sepak bola.

“Banyak orang mencegat saya di jalan dan mengatakan, ‘Saya seorang penggemar klub lain, tapi jika Leicester memenangkan gelar saya sangat senang”, kata manajer Leicester Claudio Ranieri.

Tentu saja, ada beberapa pengecualian, tetapi kebanyakan dari kita sebagai para penggemar sepak bola mendukung tim Leicester, bukan?

Jika mereka bertahan pada posisi teratas dalam 14 laga yang tersisa pada musim ini, maka ini akan menjadi kisah yang paling romantis, sejak klub sepak bola Norwich hampir sukses melakukannya musim kompetisi 1992-1993.

Ada banyak cinta untuk klub asal East Midlands itu. Mungkin karena, kita mencintai orang-orang yang berani yang tak diperhitungkan. Mungkin karena kita menyukai kisah para striker unggulan yang memulai karir dari nol, yang meroket dari klub non-liga hingga menjadi bintang sepak bola internasional hanya dalam beberapa musim.

Bahkan, ada banyak alasan untuk terus berharap bahwa Leicester bisa berjaya mengatasi klub-klub terbesar liga primer. Berikut ini beberapa di antaranya:

Mereka bisa mengawali sebuah tren

Jika Leicester benar-benar memenangkan gelar, “hal itu memberikan harapan bagi semua orang,” kata pakar BBC Sport Pat Nevin.

Sejak dimulainya Liga Premier, hanya klub Blackburn Rovers yang berhasil merebut gelar di luar Manchester United, Arsenal, Chelsea atau Manchester City.

Sementara Rovers didanai oleh pengusaha kaya raya Jack Walker, Leicester membangun semangat timnya dengan pizza dan sampanye untuk meraih 40 poin.

Mantan pemain sayap Chelsea Nevin mengatakan dia tidak akan “terkejut” jika Leicester dapat memenangkan liga – dan bahwa keberhasilan mereka akan “menjadi awal dari perubahan – bahwa klub mana pun bisa memenangkan gelar.”

“Sudah sejak lama, hanya ada tiga dari empat tim yang bisa menjuarai Liga, dan klub lain tak bisa,” kata Nevin. “Tapi kalau Leicester menang, itu memberikan harapan bagi semua orang.”

Pemunculan kedua Claudio Ranieri

Ayo, akui saja, Anda semua meragukan penunjukan Claudio Ranieri yang dijuluki ‘The Tinkerman’ ini di musim panas lalu.

Bagaimana bisa pelatih asal Italia itu meningkatkan tim yang baru saja memenangkan tujuh dari sembilan pertandingan terakhirnya untuk mencetak kisah keberhasilan terbesar dalam sejarah Liga Primer untuk lolos dari degradasi?

“Saya pikir Ranieri sering diabaikan, padahal apa yang dilakukannya luar biasa ,” kata Nevin. “Faktor keberhasilan timnya pasti antara lain karena pengetahuan teknis sang manajer.”

“Dia punya sekelompok pemain yang ditanganinya dalam suatu struktur. Sebagian besarnya adalah untuk memahami kemampuan kelompok pemain itu dan menemukan metodologi (yang cocok). Dia datang dan melihat apa yang paling cocok. Dia memasang pasak bulat di lubang bundar. ”

Sekarang jika mereka bisa bertahan di peringkat pertama.

Mereka menang bahkan tanpa menguasai bola

Catatlah Louis van Gaal: prestasi Leicester musim ini didasari ‘filsafat’ anti-penguasaan bola.

Mereka telah mencetak gol terbanyak (5) dari tembakan terbanyak (13) setelah serangan balik – dan mencatat tingkat konversi tendangan tertinggi kedua di liga, sebanyak 18%.

Dan dalam 13 dari 14 kemenangan mereka di Liga Primer musim ini, penguasaan bola mereka di bawah lawan-lawan mereka -yang paling minim, 30% saat mengalahkan West Ham 2-1 dan 36% saat mengalahkan Liverpool 2-0 Selasa (2/2) lalu.

“Kecepatan dan cara bermain, dan mereka brilian pada serangan balik dan tahu kapan harus menekan, plus tingkat energi mereka yang fantastis,” tambah Nevin.

“Kalau senjata terampuh kita adalah pemain-pemain sangat cepat, maka tak ada pentingnya penguasaan bola dan bermain di belakang karena akan membuat mereka sulit untuk berlari mencapai ruang kosong.”

Mereka membuat para komentator radio lokal mengamuk

“Sungguh luar biasa !” seru komentator BBC Radio Leicester, Ian Stringer saat striker Jamie Vardy menghujamkan bola dari jarak 27 meter ke sudut atas gawang Simon Mignolet saat mengalahkan Liverpool, Selasa (2/2) dengan skor 2-0. “Itu adalah gol yang Anda bayangkan dicetak oleh tim yang akan memenangkan liga.”

Masih ada yang lainnya. “Tontonlah lagi, tonton dan tonton lagi,” teriak Stringer – gol Vardy ini sejenak membuat komentator BBC ini entah lupa bahwa dia berbicara di radio, atau berusaha memprovokasi suasana program Match of the Day malam itu.

Lima alasan mengapa mereka akan bisa memenangkan Liga

Redaktur olahraga BBC Radio Leicester Jason Bourne mengungkapkan sejumlah alasan mengapa Leicester bisa memenangi liga:

  1. Mental pemenang. Tim ini hanya kalah sebanyak dua kali dalam Liga Premier musim ini. Mereka mengalahkan sejumlah tim terbaik dengan relatif mudah.
  2. Gaya bermain. Mereka memainkan teknik sepakbola yang sangat menarik dengan keterampilan serta kecerdikan. Sangat menyenangkan untuk ditonton – dan ini merupakan permainan terbaik Leicester City yang pernah saya lihat.
  3. Claudio Ranieri. Orang ini tidak banyak melakukan perubahan sejak mengambil alih posisi dari Nigel Pearson, tapi sekarang Anda melihat Leicester sebagai tim bentukannya dengan stempelnya. Banyak pakar meramalkan dia akan menjadi manajer pertama yang akan dipecat, tapi dia membuktikan kelirunya pandangan itu.
  4. Para fans. Mereka luar biasa di Stadion King Power. Teriakan mereka menyuntikkan energi perkasa untuk tim. Hal ini terdengar klise untuk mengatakan bahwa mereka adalah pemain nomer 12 tapi itu benar. Jika Anda berjalan keluar dari lorong itu menuju lapangan, Anda akan merasa terdongkrak -untuk pertandingan apa pun.
  5. Mereka cukup baik. Intinya adalah bahwa Leicester City memang tim yang bagus. Mereka telah menunjukkan mereka memiliki semangat dan energi untuk mengatasi tim lain tapi mereka juga menunjukkan diri bahwa para pemain mereka pun sangat bagus. Semua orang dari pertahanan ke lini tengah dan lini depan. Ini adalah tim yang baik dengan pemain bagus yang mampu mengukir sejarah di musim ini.
loading...