HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Korsel akan Dibantu AS Bangun Sistem Pertahanan Misil

2

HARIANACEH.co.id — Amerika Serikat akan membantu Korea Selatan membangun sistem pertahanan misil tingkat tinggi sesegera mungkin, demikian dikatakan juru bicara Pentagon atau Departemen Pertahanan AS.

Menurut mereka, sistem tersebut akan membantu Korsel mengimbangi ancaman yang semakin kuat dari Korea Utara, menyusul peluncuran roket jarak jauh pada Minggu (07/02).

AS mengklaim bahwa Korut menggunakan peluncuran itu sebagai kedok untuk uji coba misil jarak jauh.

Di sisi lain, pemerintah Korut berkeras bahwa uji coba itu merupakan bagian dari program antariksa yang damai.

Sesegera mungkin

Pejabat Amerika dan Korea Selatan mengatakan, mereka akan segera memulai perundingan formal tentang pemasangan sistem pertahanan yang disebut Terminal High Altitude Area Defence System (Thaad) di dekat perbatasan Korea Utara.

“Tanpa menyebut batas waktunya, kami ingin langkah ini dilakukan sesegera mungkin,” kata juru bicara Pentagon, Peter Cook, seperti dikutip kantor berita AFP.

Seorang pejabat Departemen Pertahanan juga memberi tahu AFP bahwa sistem tersebut dapat terpasang dalam dua pekan setelah turun perintah pemasangan.

“Kami memulai konsultasi sekarang dan dalam beberapa hari ini dengan Korea Selatan, dan kami perkirakan pembicaraan ini akan berjalan dengan cepat.”

Peluncuran roket Korea Utara telah dituding AS dan sekutunya sebagai satu langkah dalam upaya mengembangkan misil balistik antar benua yang mampu menghantam daratan Amerika.

Misil Thaad dilaporkan sangat mudah diluncurkan dan berfungsi menangkal misil musuh, baik di dalam maupun di luar atmosfer bumi.

Ada kemungkinan pemasangan sistem pertahanan ini akan ditentang kuat Cina, yang dibuat gelisah akan perangkat anti-misil yang sangat dekat dengan perbatasannya.

Cook berseras bahwa sistem ini sama sekali tidak bermaksud mengancam Cina dan berfokus sepenuhnya kepada Korea Utara.

Dalam wawancara dengan CBS yang disiarkan pada Senin (08/02), Presiden Barack Obama mengaku tidak kaget oleh peluncuran roket Korut, dan AS telah lama risau akan perilaku negara itu.

“Ini rezim otoriter. Ini provokatif. Mereka telah berkali-kali melanggar resolusi PBB, melakukan uji coba dan membangun senjata nuklir dan sekarang mereka berusaha menyempurnakan sistem peluncuran misil mereka,” kata Obama.

Peluncuran dilakukan beberapa pekan setelah Korea Utara melancarkan uji coba nuklir keempat. Kedua langkah tersebut melanggar resolusi dewan keamanan PBB.

loading...