HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Dua Tersangka Baru di Kasus Damayanti Berhasil Dijerat KPK

1

HARIANACEH.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi membidik tersangka baru dalam kasus dugaan suap di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Bakal ada dua tersangka baru yang akan menemani Damayanti Wisnu Putranti, legislator yang kini jadi pasien KPK.

Ketua KPK Agus Rahardjo menjelaskan, sudah ada surat perintah penyidikan untuk kedua tersangka itu. Bahkan sudah ditandatanganinya.

“Kita sudah tanda tangan sprindik baru ada yang mau dinaikan (statusnya jadi tersangka) lagi,” kata Agus di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (29/2/2016).

Namun, Agus belum mau terang-terangan soal nama-nama para tersangka tersebut. Detail informasi itu masih dirahasiakan.

“Ya enggak bisa dibuka semua. Kita sudah tanda tangan ada pengembangan lagi dan mungkin ada (tersangka baru),” jelas dia.

Namun, dia mengamini bila kedua tersangka itu merupakan seorang anggota DPR dan seorang dari pihak swasta. “Dua-duanya (DPR dan swasta). Dibuka sedikit dulu sajalah jangan dibuka semua,”  pungkas dia.

Diketahui, dalam menelusuri kasus ini, KPK juga sudah memanggil beberapa saksi. Hari ini KPK memeriksa Imran Sudin Djumadi, mantan Anggota DPRD Maluku Utara; Jaelani, tenaga ahli Anggota Komisi V DPR Yasti Soepredjo Makoagow; Saeful Anwar, office boy; Yayat Hidayat, swasta; dan  Erwantoro, karyawan swasta PT Windu Tunggal Utama.

Sementara, medio Januari lalu, KPK getol memeriksa Anggota Komisi V DPR asal Golkar Budi Supriyanto dan Direktur PT Cahaya Mas Perkasa Soe Kok Seng alias Asenk. Keduanya bahakn sudah dicegah untuk bepergian keluar negeri.

Kasus suap ini terbongkar ketika KPK menangkap Anggota Komisi V DPR Damayanti Wisnu Putranti, Direktur Utama PT Windhu Tunggal Utama Abdul Khoir, serta dua rekan Damayanti: Dessy A. Edwin serta Julia Prasetyarini. Mereka dicokok pada Rabu 13 Januari 2016.

Politikus PDI-P dari Dapil Jawa Tengah itu disangka telah menerima suap Abdul Khoir. Damayanti diperkirakan telah menerima suap hingga ratusan ribu dolar Singapura secara bertahap melalui stafnya Dessy dan Julia.

Uang yang diberikan Abdul Khoir kepada Damayanti itu diduga untuk mengamankan proyek Kementerian PUPR tahun anggaran 2016. Proyek tersebut merupakan proyek pembangunan jalan di Pulau Seram, Maluku, yang digarap Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional IX.

Damayanti, Dessy, dan Julia dijadikan tersangka penerima suap. Mereka dikenakan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara Abdul Khoir menjadi tersangka pemberi suap. Dia dikenakan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

loading...