HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Majalah TIME Masuki Usia 93 Tahun

3

HARIANACEH.co.id – Majalah berita mingguan Time memasuki usia menakjubkan dalam era ‘senja kala’ ini, 93 tahun. Daya hidup yang luar biasa di saat pola konsumsi masyarakat terhadap berita beralih ke layar smartphone dan harga kerta yang makin tinggi.

Time dikenal bahkan konsisten dengan keunikan dan kekhasan penyajiannya. Majalah yang didirikan Briton Hadden dan Henry Luce ini mepelopori gaya jurnalisme baru, news feature. Menggabungkan penulisan sastra dan memperhatikan estetika grafis. Bukan sekedar pola piramida terbalik sebagaimana pakem pemberitaan.

Pola lain yang dimiliki majalah Time adalah gaya penulisan bertutur yang ringan. Gaya ini dipengaruhi sosok Hadden yang periang dan menginginkan Time harus mudah dicerna pembaca, walau dalam isu yang berat atau serius sekalipun.

Saat mendirikan Time, Hadden mencita-citakan sebuah media yang mampu memuat ringkasan dari ragam berita dalam sepekan. Meski disajikan secara ringan namun tetap harus mendalam dan cerdas.

Terobosan Hadden semakin memungkinkan untuk melambung sering teknologi cetak yang saat itu sedang berkembang. Dengan mempelopori majalah cetak warna, pada akhirnya Time mampu terus berkembang dengan distribusi pertama ke seluruh zona waktu negeri Paman Sam.

Time kini menjadi raksasa dengan diterbitkannya dalam beberapa edisi. Edisi Eropa (Time Europe, dulu bernama Time Atlantic) diterbitkan dari London dan dijual di Timur Tengah, Afrika dan (sejak 2003) Amerika Latin. Edisi Asia (Time Asia) berpusat di Hong Kong, sedangkan edisi Kanada (Time Canada) berpusat di Toronto.

Majalah Time Tempo Dulu

Era teknologi informasi (TI) tak memberikan pengaruh banyak bagi majalah Time. Sementara para pesaing utamanya yaitu NewsWeek tutup pada pengujung 2012 dan  Reader’s Digest gulung tikar setahun setelahnya.

Kuatnya majalah Time di tengah peralihan media konvensional menuju siber itu berkat kecekatannya dalam mengikuti arus media digital. Time sudah menciptakan apps untuk iPad, smartphone dan sebagainya demi memudahkan akses pembacanya.

Bukti lain Time begitu agresif dalam menyambut kehadiran era digital ditunjukkan sampul terbitan 25 Desember 2006. Time yang kerap memajang wajah-wajah orang terkenal dan berpengaruh, terlebih saat edisi spesial “Person of the Year” andalannya, namun pada terbitan kali itu hanya menampilkan gambar komputer dengan layar monitor kosong menyerupai cermin yang bertuliskan kata “You”.

“Menurut Time, Andalah yang mengendalikan era informasi ini, menjadi pemilik dari dunia yang Anda kendalikan sendiri itu. Maka, “Anda” adalah “Tokoh Tahun ini,” tulis Eep Saefullah Fatah dalam pengantar buku Kumpulan Tulisan Heri Latif.

Time tampaknya paham betul, derasnya arus informasi era siber melalui keleluasaan publik mesti diambil alih sebagai kekuatan mereka untuk bertahan.

loading...