HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Pemerintah Harus Segera Perbaharui Sistem Peringatan Dini Tsunami

3

HARIANACEH.co.id – Respon lambat atas gempa berkekuatan 7,8 skala richter dua hari lalu di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, menegaskan sistem peringatan dini tsunami yang dimiliki tidak berjalan dengan baik. Pembaruan dan penyatuan lewat aplikasi menjadi solusi menghadapi gempa dan tsunami yang terus mengintai.

“Sistem peringatan dini yang dimiliki Sumbar tidak terintegritasi. Perlu diperbarui dan disesuaikan dengan riset terbaru,” ujar ahli kegempaan dan tsunami, Ade Edward, Jumat (4/3/2016).

Ade merupakan salah satu peneliti yang terlibat dalam pembangunan sistem peringatan dini tsunami di Sumbar. Sistem itu dibangun setelah Aceh dilanda gempa dahsyat yang menyebabkan tsunami pada akhir 2004. “Kita mulai membangun 2006. Pembangunan sistem ini sebagian dibantu Jerman,” ujarnya.

Meski mendapat bantuan dari Jerman, Ade melihat sistem peringatan dini yang sudah bekerja selama 10 tahun itu memiliki kelemahan. Salah satunya, sistem peringatan dini tersebut banyak yang terkunci dan tak bisa dibuka.

Ade berharap pemerintah mulai menerapkan sistem peringatan dini tsunami buatan Indonesia atau dikenal dengan nama Ina-TEWS, yakni suatu sistem peringatan dini tsunami yang komprehensif, yang di dalamnya telah diterapkan teknologi baru yang dikenal dengan Decision Support System (DSS).

DSS adalah sebuah sistem yang mengumpulkan semua informasi dari hasil sistem monitoring gempa, simulasi tsunami, monitoring tsunami, dan deformasi kerak bumi setelah gempa terjadi.

Kumpulan informasi ini merupakan faktor-faktor pendukung untuk menyiarkan berita peringatan dini tsunami dan evaluasi peringatan dini tsunami. Dari sistem monitoring tersebut, DSS akan mengeluarkan beberapa jenis berita atau peringatan dini yang harus diambil oleh operator pada waktu yang ditentukan melalui Graphic User Interface (GUI).

Prinsip kerja InaTEWS, kata Ade, dengan cara komputasi (pengambilan keputusan berdasarkan analisis logis). Diperlukan parameter matrik dalam mengambil keputusan. “Ketika ada gempa, data itu akan terekam ke parameter seperti magnitudo, kedalaman, surut laut, dan episentrum. Di sana lokasi gempa langsung dapat ditemukan dan kita bisa segera bertindak,” kata dia menjelaskan.

Untuk mendukung sistem peringatan dini tsunami, Sumbar memiliki sekitar 103 sirine peringatan tsunami dan dua alat pendeteksi tsunami atau buoy. “Buoy di Sumbar ada dua, tapi sekarang tidak ada lagi karena itu hasil kerja sama dengan Jerman yang dimulai 2005 sampai 2010,” jelas Ade.

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time