HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

2 Kasus Pembunuhan Bikin Pusing PM Malaysia

1

HARIANACEH.co.id – Masalah terus mendera Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. Setelah tuduhan korupsi, kini dua kasus pembunuhan dikaitkan dengan dirinya.

Menurut the Financial Times, tiga kasus pembunuhan muncul ke permukaan kembali setelah pihak keluarga korban pembunuhan menguaknya. Menurut pihak keluarga, fakta dibalik kasus pembunuhan itu tidak diselidiki secara benar.

Keluarga dari penyelidik swasta yang sudah meninggal, Balasubramaniam Perumal, melayangkan tuntutan pada dua tahun lalu. Tuntutan yang dikeluarkan oleh istri Balasubramaniam, Santamil Selvi dan ketiga anaknya yakni, Kishen, Menaga dan Reeshi diarahkan kepada PM Najib Razak dan istrinya Datimn Seri Rosmah Mansor, adik bungsu Najib, Datuk Ahmad Johari dan Datuk Moh Nazim.

Tuntuntan juga diarahkan kepada pengacara Tan Sri Cecil Abraham dan anaknya Sunil Abraham, Komisioner pengadilan Zainal Abidin Muhayat kemudian penjual karpet Deepak Jaikishan serta pengacara M. Arunapalam sebagai tersangka.

Santamil menuntut Deeppak terkait perannya dengan tujuh orang lainnya, karena mengirim keluarga ke pengasingan di India selama lima tahun sejak 2008.

Tuntutan itu juga membuka peran dari beberapa pihak yang mengirim keluarga Santamil ke pengasingan, terkait kontroversi yang meliputi dua keterangan dari Balasubramaniam melibatkan pembunuhan penerjemah dan juga model Altantuya Shaariibu dengan PM Najib.

Hal tersebut termasuk laporan bahwa Balasubramaniam dipaksa untuk menarik pernyataan yang sudah disumpah, mengenai kabar keterlibatan Najib dengan kematian Altatuya. Ini juga termasuk alasan mengapa keluarga Balasubramaniam dipaksa untuk meninggalkan Malaysia.

Kasus tersebut akan dihadapkan pada sidang dengar pendapat pada Maret ini. Sementara Balasubramaniam meninggal karena serangan jantung pada 2013, di usia 53 tahun.

Sementara kasus lain terkait dengan kematian pendiri AmBank, Hussain Najadi. Najadi tewas ditembak di Kuala Lumpur pada Juli 2013.

“Kami tidak bisa bergantung pada sistem hukum Malaysia,” ujar putra Hussain Najadi, Pascal Najadi, seperti dikutip Financial Times, Sabtu (5/3/2016).

Pascal saat ini bekerja di Moskow, Rusia sebagai konsultan dan ini membawa kasus pembunuhan ayahnya ke dunia internasinal. Pascal membawa kasus ini Dewan HAM PBB.

Menurut Pascal, ayahnya ditembak karena memiliki informasi mengenai korupsi di lembaga 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Juli lalu, Wall Street Journal menyebutkan bahwa adanya dana masuk ke rekening pribadi PM Najib sebesar USD700 juta dari 1MDB.

PM Najib sendiri membantah keterlibatannya dalam kasus dugaan korupsi ini. Sementara pelaku penembakan Hussain Najidi, dieksekusi mati pada 2014.

Sedangkan, spekulasi terus berlanjut terkait kematian dari Jaksa Penuntut Umum Kevin Morais. Jaksa itu dibunuh pada September lalu dan terkait dengan penyelidikan dari kasus 1MDB.

Tujuh orang didakwa atas pembunuhannya, setelah mayatnya ditemukan dalam tong minyak dan dipenuhi semen. Pihak berwenang membantah bahwa Morais terlibat dalam pembunuhan 1MDB.

loading...