HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Keluarga Ucapkan Terima Kasih Untuk Deponering Kasus BW

1

HARIANACEH.co.id – Keluarga Bambang Wijayanto menyambut positif keputusan Jaksa Agung yang mengesampingkan kasus hukum Bambang Widjajanto. Menurut keluarga, keputusan deponering itu memberikan status yang jelas untuk Bambang Widjajanto.

“Saya berterima kasih kepada Jaksa Agung, paling tidak satu tahapan hukum telah dilewati bapak,” Kata sang istri Sari Indah Dewi di kediamannya di Jalan Kampung Bojong Lio, Sukmajaya, Depok, Jumat (4/3/2016).

Sari menilai, tindakan deponering memang seharusnya diambil Jaksa Agung terhadap kasus yang menimpa suaminya. Sebab, hampir setahun status suaminya tak kunjung jelas.

Tidak ada perayaan khusus di keluarga menyambut keputusan deponering Jaksa Agung M Prasetyo. Bahkan, istri mantan pimpinan KPK itu baru mengetahui keputusan deponering dari media.

“Bapak enggak bilang kasusnya dideponering, saya kemarin baru pulang umroh jadi baru tahu,” terang Sari

Kemarin, 3 Maret 2016, Jaksa Agung M Prasetyo resmi memutuskan menyampingkan (deponering) kasus mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad dan Bambang Widjojanto. Dengan keputusan tersebut, berarti kasus keduanya dinyatakan berakhir dan ditutup.

“Saya sebagai Jaksa Agung menggunakan hak prerogratif berdasarkan pasal pasal 35 UU Kejaksaan untuk mengambil keputusan. Keputusan yang diambil mengesampingkan perkara, atas nama saudara Abraham Samad dan saudara Bambang Widjojanto,” kata M. Prasetyo saat menggelar jumpa pers di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Kamis, 3 Maret.

Pengesampingan perkara tersebut, semata-mata demi kepentingan umum. “Tentu punya harapan saya semua pihak dapat menerima dan memahami,” terangnya.

Perkara yang membelit Samad dan Bambang Widjojanto muncul awal tahun lalu. Keduanya ditersangkakan polisi. Tapi penetapan tersangka keduanya justru menuai polemik. Keduanya dijadikan tersangka setelah KPK menetapkan Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka.

Kasus ini sudah dilimpahkan ke Kejaksaan. Di tengah pelimpahan, Prasetyo mulai memikirkan untuk deponering kasus itu.

loading...