HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

KPK Akan Segera Sidangkan Tersangka Kasus Suap TEL Pertamina

5

HARIANACEH.co.id – Direktur PT Soegih Interjaya (PT SI) M. Syakir segera menjalani persidangan. Pasalnya, penyidik KPK telah merampungkan berkas perkara dugaan suap proyek pengadaan bahan bakar Tetra Ethyl Lead (TEL) di PT Pertamina pada 2004-2005.

Dalam hal ini, KPK telah menetapkannya sebagai tersangka. Pelaksana Harian (Plh) Kabiro Humas KPK, Yuyuk Andriati mengatakan, berkas perkara M. Syakir telah dinyatakan lengkap. Kemudian, penyidik telah melimpahkan berkas tersebut kepada jaksa penuntut umum.

“Berkas tersangka MSY (M. Syakir) telah dilimpahkan penyidik ke penuntutan atau tahap dua,” kata Yuyuk di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (4/3/2016).

Menurut dia, jaksa penuntut umum memiliki waktu maksimal 14 hari untuk menyusun dakwaan terhadap M. Syakir. Setelah itu, berkas dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan.

“Maksimal 14 hari ke depan dilimpahkan ke pengadilan,” jelasnya.

M. Syakir ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek pengadaan bahan bakar TEL di PT Pertamina pada 2004-2005. Penetapan Syakir sebagai tersangka merupakan pengembangan dari kasus yang dikenal dengan sebutan kasus Innospec ini sebelumnya yang telah menjerat Direktur PT SI lainnya, Willy Sebastian Liem dan mantan Direktur Pengolahan PT Pertamina, Suroso Atmo Martoyo.

Syakir disangka turut bersama-sama Willy menyuap Suroso. Atas tindak pidana yang dilakukannya, Syakir dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP.

Seperti diketahui, Pengadilan Tipikor telah menjatuhkan vonis tiga tahun penjara dan denda Rp 50 juta kepada Willy yang dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara berlanjut dengan menyuap Suroso.

Suap diberikan Willy kepada Suroso Atmomartoyo selaku Direktur Pengolahan PT Pertamina berupa uang tunai USD190.000, fasilitas perjalanan ke London Inggris, dan fasilitas penginapan di Hotel May Fair Radisson Edwardian, London.

Uang suap dimaksudkan agar Suroso selaku Direktur Pengolahan PT Pertamina tetap membeli TEL pada akhir 2004 dan 2005 melalui PT Soegih Interjaya sebagai agen tunggal The Associated Octel Company Limited (Octel). Octel kemudian berubah nama menjadi Innospec di Indonesia. Suroso sendiri saat ini sedang menunggu vonis Majelis Hakim Pengadilan Tipikor dengan tuntutan tujuh tahun penjara.

loading...