HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Masyarakat Harus Waspada Meski Gerhana Matahari tak Bahaya

1

HARIANACEH.co.id – Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN) Thomas Djamaluddin mengatakan genomena gerhana matahari total tidak berbahaya. Namun, masyarakat perlu berhati-hati menyikapi fenomena ini.

Thomas tidak ingin kejadian pada 11 Juni 1983 terulang. Saat gerhana matahari muncul, masyarakat cenderung takut menyaksikan peristiwa langkah ini.

“Masyarakat cenderung ditakuti gerhana matahari itu berbahaya, jadi masyarakat hanya bisa berada di rumah,” kata Thomas, Senin (7/3/2016).

Dia mengatakan, pada zaman modern, peristiwa gerhana matahari total harus disikapi sebagai fenomena siklus alami pergerakan bulan dan matahari. Saat gerhana, tidak ada radiasi yang dipancarkan oleh matahari.

Lebih berbahaya bila masyarakat melihat matahari selain saat gerhana secara langsung. “Ketika melihat matahari, bahaya utamanya dari cahanya yang sangat menyilaukan itu,” kata pakar astronomi ini.

Cahaya matahari bisa merusak retina. Meski gerhana matahari total tidak berbahaya, menurut Thomas, masyarakat perlu berhati-hati menyaksikan fenomena alam ini.

“Jika secara langsung (tanpa kaca mata) mungkin hanya bisa satu atau dua detik. Itu pun cahanyanya sangat kuat sekali, mata cenderung akan menutup secara alami. Jangan dipaksakan,” ujarnya.

Thomas mengimbau agar masyarakat menggunakan lapisan yang dapat menghalangi mata kontak langsung dengan cahaya matahari. Cara-cara seperti membuat masyarakat bisa menyaksikan gerhana matahari total dengan aman.

“Kita bisa gunakan alat peredup caha untuk melihat cahanya lebih aman dan nyaman. Yang biasa digunakan adalah kaca mata gerhana matahari yang bisa meredupkan cahaya sampai 100 ribu kali,” papar Thomas.

loading...