HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Penemuan Telepon Telah Dipatenkan 140 Tahun Lalu

4

HARIANACEH.co.id – Pada 7 Maret 1876 Alexander Graham Bell menerima sertifikat hak paten atas temuanya yang kemudian mengubah wajah dunia. Temuan itu adalah telepon.

Alexander Graham Bell merupakan ilmuwan kelahiran Edinburgh, 3 Maret 1847. Selain menyumbangkan terobosan dalam teknologi komunikasi jarak jauh, Bell juga dikenal sebagai tokoh penting dalam perkembangan teknologi penerbangan dan hidrofoil.

Penemuan Bell di bidang telekomunikasi ini dimulai pada 1871. Saat itu, Bell melakukan kunjungan ke Massachusetts, Boston untuk melakukan berbagai macam penelitian dan percobaan.

Bell menguras segenap energi dan pikirannya untuk sebuah gagasan tentang cara mengubah suara manusia menjadi kode-kode listrik yang dapat diantarkan lewat kawat. Sementara di ujung lain, kawat disiapkan menjadi receiver (penerima) yang mampu mengembalikan isyarat listrik tersebut menjadi suara manusia. Gagasan Bell pada akhirnya sukses diperagakan pada 10 Maret 1876.

Penemuan Bell terkait teknologi paling canggih pada masanya ini tidak selalu berjalan mulus. Bell dikenal mengalami banyak kegagalan sebelum mendapatkan paten. Ia juga mendapatkan gugatan dari pesaingnya, Elisha Gray yang hanya dalam selisih beberapa jam mengajukan hak paten setelah Bell.

Di dalam buku berjudul The Telephone Gambit: Chasing Alexander Graham Bell’s Secret (2008), penulis Seth Shulman bahkan menuduh Bell melakukan plagiasi demi meraih paten ini. Menurutnya Bell yang mengalami kegagalan berulang kali selama berbulan-bulan dianggap begitu mencurigakan di saat dia tiba-tiba menemukan pola baru berupa jarum dalam larutan air asam untuk membuat sirkuit listrik.

Pada mulanya, Shulman menganggap terobosan Bell tentang larutan air asam itu adalah sebuah kejeniusan. Namun akhirnya sang penulis mengklaim memiliki bukti tentang kemiripan konsep yang diajukan Elisha Grey dalam dokumen peragaan saat mengajuakan paten.

“Semakin saya melihat ini, setiap aspek itu tampak mencurigakan,” tulis Shulman.

Jauh sebelum Shulman, koran The Washington Post terbitan 22 Mei 1886 juga menurunkan laporan tentang kecurigaan atas jatuhnya hak paten ke tangan Bell. Dalam edisi tersebut, dimuat sebuah pernyataan tertulis mantan pemeriksa paten Washington, Zenas F. Wilber tentang pengakuaannya menerima suap. Wilber mengaku, dirinya secara ilegal telah menampilkan aplikasi milik Gray, dan Bell memberinya 100 USD.

“Sebuah cerita yang paling menakjubkan,” tulis Washington Post yang juga memuat sangkalan Bell.

Lepas dari polemik tersebut, Bell tentu termasuk ilmuwan cekatan. Ia pada akhirnya menjadi tokoh yang dianggap penting dalam seri komunikasi lintas benua yang terus mengalami perkembangan menakjubkan hingga hari ini.

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time