HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Rumoh Bahasa Persiapkan Pemuda Aceh Hadapi MEA

1

HARIANACEH.co.id, BANDA ACEH – Rumoh Bahasa, salah satu lembaga yang menyediakan layanan persiapan bahasa asing di Aceh sejak awal tahun 2016 mengadakan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan serta diskusi tentang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Salah satu kegiatan tersebut adalah diadakannya Diskusi yang bertemakan “Peran Bahasa Inggris dan Media dalam menghadapi MEA” yang diadakan pada Sabtu, 5 Maret 2016 di A Cafe, Banda Aceh.

Diskusi yang menghadirkan dua narasumber yakni Dr Iskandar AS., MA (founder Rumoh Bahasa) dan T. Azhar Ibrahim (Founder DNA Media Online) ini dihadiri oleh puluhan pemuda yang tergabung dalam Komunitas ACCESS, Polyglot, Nanggroe Bilal Darussalam dan AYEF serta khalayak umum.

Narasumber pertama, Dr. Iskandar dalam paparannya mengatakan bahwa dalam menghadapi persaingan MEA ini, masyarakat Aceh mesti mampu meningkatkan kompetensi dan skill bahasa Inggris. Dengan demikian, MEA tidak dilihat sebagai tantangan saja tetapi juga peluang yang besar bagi masyarakat. “Supaya kita bisa berkompetisi di era MEA ini, maka kita harus membekali diri dengan pengetahuan dan keahlian.”

Dengan bekal dua komponen ini, insyaAllah kita akan melihat MEA sebagai peluang yang besar dalam mempromosikan produk (SDA) dan juga tenaga kerja (SDM)” Imbuh Alumnus Doktor Australia ini.  Ia melanjutkan dengan memberikan contoh salah seorang anggota Rumoh Bahasa yang kini bekerja di salah satu perusahaan IT di Singapura. “Salah seorang anggota Rumba, Pak Jurnalis, semenjak dua minggu lalu sudah bekerja di salah satu perusahaan berbasis IT ternama  di Singapura. Beliau diterima di perusahaan ini karena kompetensinya di bidang IT dan juga kemampuan berkomunikasi bahasa Inggris yang baik”, tambahnya.

Baca Juga

Selain kemampuan Bahasa Inggris, peran media pun sangat penting dalam merubah mindset berpikir masyarakat, hal ini dijelaskan oleh narasumber lainnya, Teuku Azhar Ibrahim. “Saat ini, kita adalah victim media massa. Media mampu merubah mindset pembaca. Dengan berita yang ditampilkan secara kontinyu, bukan tidak mungkin, media bisa merubah pola pikir masyarakat. Bisa saja kursi yang terbuat dari rotan dikatakan buatan dari bahan bambu”, imbuhnya.
Oleh karenanya, peningkatan pengetahuan sangat penting dimiliki oleh semua kalangan masyarakat supaya kita tidak mudah menerima apa saja yang disajikan oleh media.

Masyarakat Aceh jangan pernah berhenti membaca dan menulis. Dengan pengetahuan dan keahlian menulis, masyarakat mampu mempromosikan produk lokal lewat media. Azhar melanjutkan, “Dengan media online, kita dengan mudah mempromosikan produk-produk lokal andalan ke luar negeri. Dengan mempromosikan lewat media, ribuan bahkan jutaan orang akan kenal dengan produk ini”.

Para peserta yang hadir di acara ini terlihat sangat antusias mengikuti seminar ini. Para peserta  diberikan sajian outbond activity, dimana mereka mempromosikan produk lokal memakai bahasa asing yang dikuasainya. Ada yang memakai bahasa Inggris dan ada juga yang berbahasa Mandarin. Sekitar 50 peserta dari berbagai komunitas peduli bahasa asing, juga perwakilan dari Unsyiah dan Dinas Kesehatan Banda Aceh hadir di acara yang dipusatkan di A-café, Banda Aceh.

Rumoh Bahasa dalam rencana kedepan akan sering mengadakan sosialisasi dan diskusi kepada pemuda yang bekerjasama dengan berbagai komunitas untuk ikut serta dalam mempersiapkan pemuda Aceh dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)

loading...