HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Solusi Konflik Palestina Jadi Fokus Indonesia dan Aljazair

2

HARIANACEH.co.id – Ketua DPR RI melakukan pertemuan bilateral dengan Ketua Parlemen Demokratik Aljazair Mohamed Larbi Ould Khelifa. Kedua pimpinan tersebut membahas beberapa hal, termasuk kesepakatan mencarikan solusi konflik Palestina-Israel.

“Ini memenuhi permintaan Presiden Palestina, Mahmoud Abbas yang minta dicarikan solusi untuk kemerdekaannya. Perkembangannya lagi, Indonesia juga akan membuka Konsulat Dewan Kehormatan di Ramalah pertengahan Maret nanti,” jelas Ketua DPR Ade Komarudin, di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (7/3/2016).

Baik Aljazair maupun Indonesia sepakat pada agenda Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Kedua negara tersebut merupakan inisiator gerakan non blok dan negara berpenduduk Islam terbesar.

Selain itu, Ade Komarudin juga menjelaskan bahwa kedekatan Indonesia dengan Aljazair sudah berlangsung sejak adanya Konferensi Asia Afrika 1955. Apalagi kedua negara ini memiliki kesamaan dalam beberapa hal.

“Kita negara demokrasi dengan penduduk Islam terbesar, sama dengan Aljazair. Di sana demokrasi begitu dihargai, HAM juga berjalan dengan baik,” kata Ade.

Ade memberikan apresiasi atas emansipasi wanita di Aljazair. Di sana banyak kaum hawa yang duduk di parlemen.

“Saya kaget ternyata sangat banyak wanitanya. Kalau kita dalam UU harusnya ada 30 persen wanita, tapi kenyataannya belum memenuhi,” ujar Ade.

Pada kesempatan yang sama, Mohamed Larbi Ould Khelifa menyatakan, akan mengundang Presiden Joko Widodo dan Ketua DPR untuk mengunjungi negaranya.

“Terima kasih telah mendapat sambutan hangat dari Ketua DPR. Saya berharap dan berdoa semoga Allah memberikan kekuatan dan kemudahan pada Indonesia untuk parlemennya,” ujar Mohamed.

Pada pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih 30 menit ini, kedua pimpinan parlemen tersebut juga membahas tentang kerja sama ekspor dan impor yang telah dilakukan. Diharapkan kerja sama bisa terus ditingkatkan, terutama impor migas dari Aljazair.

loading...