HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Dirjen Bina Marga Diperiksa KPK

1

HARIANACEH.co.id – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi memanggil Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Hediyanto W. Husaini. Dia dijadwalkan diperiksa terkait kasus dugaan suap proyek di Kementerian PUPR yang melibatkan anggota Komisi V DPR.

“Dia diperiksa sebagai saksi dari BSU (Budi Supriyanto),” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha di Gedung KPK, Jalan H. R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (8/3/2016).

Budi adalah anggota Komisi V DPR. Hediyanto tiba di KPK sekitar pukul 10.00 WIB. Tak berkomentar, dia memilih langsung masuk ke lobi Gedung KPK.

Selain Hediyanto, penyidik juga memanggil Direktur Pengembangan Jaringan Jalan Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Soebagiono, Kepala Biro Perencanaan dan Anggaran PU A. Hasanudin, dan Pegawai Negeri Sipil, IGN Wing Kusbimanto.

KPK telah menetapkan dua anggota DPR sebagai tersangka penerima suap. Mereka yakni, Damayanti Wisnu Putranti dari Fraksi PDI Perjuangan dan Bambang Supriyanto dari Fraksi Partai Golkar.

Anggota Komisi V DPR Damayanti Wisnu Putranti disangka telah menerima suap dari Direktur Utama PT Windu Tunggal Utama, Abdul Khoir. Suap bertujuan agar perusahaan Khoir dapat menjadi pelaksana proyek pembangunan jalan di Ambon, Maluku.

Suap itu terbongkar ketika Abdul Khoir, Damayanti, dan dua rekannya, Dessy A. Edwin dan Julia Prasetyarini, ditangkap KPK pada 13 Januari 2016 lalu. Setelah diperiksa intensif, mereka kemudian ditetapkan menjadi tersangka.

Dalam perkembangannya, kasus ini menjerat anggota Komisi V DPR lainnya. Legislator asal Golkar Budi Supriyanto sempat bernaung di Komisi V juga menjadi tersangka KPK pada 2 Maret lalu.

Diketahui, Damayanti diduga dijanjikan uang hingga SGD404 ribu oleh Abdul Khoir. Dari komisi itu, Budi  menerima bagian sebesar SGD305 ribu. Sementara, sisanya dibagi tiga antara Damayanti, Dessy dan Juli.

loading...