HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Tak Ada Istilah Mengalah Bagi Tiongkok di Laut China Selatan

2

HARIANACEH.co.id – Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi menegaskan pihaknya tidak akan mengalah mengenai Laut China Selatan. Wang menyatakan tidak akan mengizinkan negara lain untuk campur tangan.

Wang menilai pihak berhak atas kedaulatan terkait  kawasan vital yang strategis. “Tuntutan bangsa lain akan kebebasan navigasi di kawasan tersebut tidak memberikan hak untuk melakukan apapun yang mereka inginkan,” tegas Wang, seperti dikutip VOA Indonesia, Rabu (8/3/2016).

Pernyataan ini tampaknya ditujukan kepada AS, yang telah mengirimkan kapal-kapal angkatan lautnya melewati terumbu karang tempat Tiongkok sedang membangun pulau.

Wang menyangkal berbagai tuduhan tentang militerisasi Tiongkok di kawasan tersebut dengan membangun berbagai fasilitas militer di atas pulau-pulau buatan. Ia mengatakan pembangunan yang dilakukan oleh Negeri Tirai Bambu semata-mata hanya untuk tujuan pertahanan dan bangsa lainlah yang bersikap militeristik, bukannya Tiongkok.

“Label sebagai yang paling bersikap militeristik tidak boleh disematkan kepada Tiongkok. Label ini lebih cocok untuk disematkan kepada negara-negara lainnya,” ujar Wang.

Selain mempertegas pulau-pulau di kawasan Laut China Selatan sebagai bagian ‘integral’ wilayah Tiongkok di mana setiap warga China wajib mempertahankannya. Dia kembali menegaskan penolakan Beijing untuk bekerjasama dalam kasus Pengadilan Arbirtrase Internasional yang diajukan oleh Filipina menyangkut klaim kawasan yang dipersengketakan.

Tiongkok telah melaksanakan program masif di kawasan Laut China Selatan dalam dua tahun terakhir dengan melakukan reklamasi lahan, menimbun pasir di atas terumbu karang dan menambahkan landasan pacu untuk pesawat serta fasilitas militer lainnya.

Negara-negara tetangga telah mengajukan keluhan tentang kegiatan yang meningkatkan ketegangan dengan mengubah status quo kawasan tersebut, yang termasuk salah satu jalu laut tersibuk di dunia dan tempat enam pemerintahan Asia memiliki klaim tumpang tindih.

Ketika ditanya apakah Tiongkok akan mengizinkan wartawan-wartawan asing mengunjungi pulau-pulau itu, Wang menekankan bahwa pulau-pulau itu juga ditujukan untuk penggunaan oleh masyarakat sipil dan begitu pembangunan di daerah itu rampung, wartawan-wartawan asing akan diundang.

loading...