HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Peneliti dan Pemburu Gerhana Menyerbu Pulau Plun

1

HARIANACEH.co.id, MALUKU – Pulau Tengah atau yang biasa disebut Pulau Plun oleh masyarakat Maba di Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara termasuk daratan terakhir yang akan terkena garis bayangan bulan saat totalitas gerhana matahari total terjadi. Hal ini tak menyurutkan para peneliti dan pemburu gerhana lainnya.

Pulau Plun pun diserbu para peneliti dan pemburu gerhana matahari total (GMT) dari berbagai negara. “Ada kapal yang baru sandar Selasa (8/3/2016), dari Raja Ampat ke Pulau Plun. Ada sekitar 30 orang tamu asing yang ikut serta,” kata Kepala Dinas Perhubungan Halmahera Timur, Maba Muhammad Lutfi di Maba, Rabu (9/3/2016).

Sebelumnya, menurut Lutfi, sudah ada sekitar 29 peneliti asing dari Prancis yang menyeberang ke Pulau Plun untuk melakukan observasi GMT. Mereka bergabung dengan astronom dari University of Hawaii.

“Ada lima peneliti dan astronom yang tinggal di Maba, mereka mengamati gerhana dari Kantor Bupati, mereka dari University of Hawaii dan Ceko. Ada empat orang yang tinggal di Buli,” ujar Lutfi.

Selain astronom dan pemburu gerhana, menurut dia, turis asing dan domestik juga berdatangan ke Pulau Plun untuk menyaksikan GMT. Sebanyak 13 wisatawan asing pada Selasa, ada pula yang bergerak menuju pulau tersebut dari Sofifi.

Menurut Sekretaris Daerah Halmahera Timur M Andu Nasar, Kepala Dinas Pariwisata Halmahera Timur pun sudah merapat ke Pulau Plun untuk memastikan kebutuhan pengunjung yang berada di pulau yang ditempuh sekitar 45 menit dari Maba tersebut.

Hanya terdapat empat resort di Pulau Plun, masing-masing hanya memiliki sekitar dua kamar. Karena itu, menurut Andu, Pemkab Halmahera Timur mendirikan tenda-tenda untuk para pengunjung. Totalisas GMT di Maba, menurut peneliti Pusat Sains Antariksa LAPAN Emanuel Sungging, akan terjadi selama tiga menit 17 detik mulai pukul 09.50 WIT.

loading...