HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Budi Supriyanto Diperiksa KPK sebagai Tersangka

2

HARIANACEH.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil anggota Komisi X DPR Budi Supriyanto. Dia akan diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap kepada anggota DPR, terkait proyek pembangunan jalan di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“BSU (Budi Supriyanto) diperiksa sebagai tersangka,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha, di Gedung KPK, Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jakarta Selatan, Kamis (10/3/2016).

Ini pemeriksaan perdana, sejak bekas anggota Komisi V DPR dari Fraksi Partai Golkar, itu ditetapkan sebagai tersangka, 2 Maret 2016. Budi ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan surat perintah penyidikan (Sprindik) yang diteken pimpinan KPK, 29 Februari 2016.

Budi diduga menerima suap dari Julia, asisten anggota Komisi V DPR Damayanti Whisnu Putranti. Angkanya, 305 ribu Dolar Singapura.

Selain Budi, lembaga antikorupsi ini juga berencana memeriksa Kepala Balai Kementerian PUPR Amran Hi Mustary, dan Kasi Perencanaan BPJN IX Okto Fery Silitonga.

Diketahui, anggota Komisi V DPR Damayanti Wisnu Putranti disangka telah menerima suap dari Direktur Utama PT Windu Tunggal Utama, Abdul Khoir. Suap bertujuan agar perusahaan Khoir dapat menjadi pelaksana proyek pembangunan jalan di Ambon, Maluku.

Suap itu terbongkar ketika Abdul Khoir, Damayanti, dan dua rekannya, Dessy A. Edwin dan Julia Prasetyarini, ditangkap KPK pada 13 Januari 2016. Setelah diperiksa intensif, mereka kemudian ditetapkan menjadi tersangka.

Dalam perkembangannya, kasus ini menjerat anggota Komisi V DPR lainnya. Legislator asal Golkar Budi Supriyanto sempat bernaung di Komisi V juga menjadi tersangka KPK pada 2 Maret 2016.

Damayanti diduga dijanjikan uang hingga SGD404 ribu oleh Abdul Khoir. Dari commitment fee itu, Budi  menerima bagian sebesar SGD305 ribu. Sementara, sisanya dibagi tiga antara Damayanti, Dessy dan Julia.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat