HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Inilah Hitung-Hitungan Biaya Kampanye Jika Ahok Diusung Parpol

1

HARIANACEH.co.id – Gubernur DKI Jakarta Basuki ‘Ahok’ Tjahaja Purnama maju lewat jalur independen di pilgub DKI Jakarta 2017. Dia mengatakan ongkos politik maju lewat jalur Partai Politik (Parpol) tidak sedikit.

Mantan Bupati Belitung Timur ini pun memperkirakan untuk maju melalui parpol setidaknya menghabiskan uang sebesar Rp200 miliar. Karena alasan itu, orang nomor satu di DKI ini lebih memilih maju dari jalur independen dengan KTP yang sedang dikumpulkan.

“Saya hitung saja enggak sanggup saya. Beda kalau minta sumbangan sama pengusaha pasti dapet wong gubernur kok. Tapi kalau begitu kan utang budi saya sama pengusaha,” kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (10/3/2016).

Ahok menjelaskan Parpol biasanya akan bergerak mencari dukungan dari sektor kelurahan sampai dengan provinsi. Minimal, sambung Ahok, untuk satu kelurahan seorang pasangan calon (paslon) bisa menghabiskan uang Rp10 juta per bulan. Biaya tersebut dipakai untuk penyewaan mobil, konsumsi dan biaya operasional lainnya.

“Itu masih untuk satu kelurahan. Kita buat contoh ada 267 kelurahan. Totalnya berarti sudah sampai Rp267 juta,” terangnya.

Jumlah tersebut, lanjut dia, masih dalam hitungan satu bulan. Jika dihitung dalam 10 bulan, maka seorang paslon perlu dana setidaknya Rp2,6 miliar. Lagi-lagi dia menekankan angka tersebut belum termasuk mahar dari partai politik, jika ada.

Belum lagi, papar dia, angka akan berbeda jika partai tersebut tidak berdiri sendiri alias koalisi. Angka tersebut bisa berkali-kali lipat jumlahnya. “Harta saya pas-pasan. Kalau dikumpulin (buat maju dari partai) bisa menjual semua saya,” tukas Ahok.

loading...