HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Kapolri: Jika Santoso Ditangkap, Maka Citra Polri Terangkat

27

HARIANACEH.co.id – Kapolri Jenderal Badrodin Haiti ingin Santoso segera ditangkap. Penangkapan Santoso bisa mempengaruhi citra Kepolisian.

Kapolri memerintahkan Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Rudy Sufahriadi segera menangkap Santoso. Instruksi disampaikan Kapolri usai melantik Rudy menjadi Kapolda menggantikan Brigjen Idham Azis.

Rudy diharapkan bisa menangkap pemimpin Mujahidin Indonesia Timur itu. Terlebih, Rudy pernah bertugas sebagai Kapolres Poso pada 2005-2007.

“Jika berhasil menangkap Santoso, citra Polri akan terangkat di mata masyarakat di Indonesia dan dunia internasional,” kata Badrodin di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (10/3/2016).

Badrodin menambahkan, isu terorisme dan radikalisme sedang memanas belakangan ini. Karena itu, Kapolri berharap Rudy dapat memetakan potensi kerawanan dan membuat langkah strategis yang bisa mencegah konflik dan aksi teror.

Menanggapi amanat Badrodin, Rudy menyatakan dirinya akan turun langsung ke lapangan memimpin perburuan Santoso.

“Saya kira tidak ada strategi yang diubah untuk menangkap Santoso dan kelompoknya, begitu juga dengan jumlah personel yang dilibatkan, sudah cukup,” kata Rudy.

Menurut Rudy, salah satu kendala yang menyulitkan pengejaran Santoso dan anggotanya adalah kondisi geografis di Poso berupa pegunungan dan hutan belantara. “Kendala lainnya hanya karena kurang beruntung. Itu saja,” ujar Rudy.

Untuk bisa menangkap Santoso, saat ini sedang digelar Operasi Tinombala. Dalam operasi itu sudah dikirim ribuan personel dari Polri dan TNI.

Menurut Rudy, keterlibatan TNI memang sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo yang menginginkan adanya operasi gabungan.

Namun, bagaimana strategi dan rencana teknis lainnya tidak dijelaskan secara rinci oleh Rudy. Kepada Media Indonesia, ia mengatakan masyarakat juga akan dilibatkan walau sudah ada bantuan dari TNI.

“Saya, kan pernah jadi Kapolres Poso. Masyarakat sudah kenal saya jadi tidak perlu takut. Saya tahu Santoso juga menyamarkan anggotanya sebagai penduduk setempat di Poso,” terang Rudy.

Santoso diduga terlibat beberapa aksi terorisme di Tanah Air. Sebelumnya operasi Tinombala, Kepolisian menggelar operasi bersandi Camar Maleo selama 2015 untuk menangkap Santoso.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat