HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Di Media Sosial Ada Ridwan Kamil dan Ganjar Pranowo

2

HARIANACEH.co.id – Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan Gubernur Jawa Tengah cukup aktif di media sosial. Keduanya menggunakan media sosial untuk berinteraksi dengan masyarakat atau mensosialisasikan program.

Data Indonesia Indicator menyebutkan, Ganjar bisa mengunggah status sebanyak dua ribu kali pada Februari lalu. Tweet Emil pada Februari tidak sebanyak itu.

Indonesia Indicator adalah lembaga riset berbasis software artificial intelligence untuk menganalisis fenomena politik, ekonomi, dan sosial di Indonesia.

Namun, respons netizen terhadap Emil lebih tinggi dibandingkan Ganjar. Nama Ridwan Kamil disebut 98 ribu kali di Twitter pada Februari. 64,3 persen di antaranya bicara soal kaitan Emil dengan Pilkada DKI Jakarta.

Ganjar Pranowo
Ganjar Pranowo saat panen raya di Desa Mrenek, Kecamatan Maos, Cilacap, Jawa Tengah, 29 Februari 2016. (Liliek Dharmawan)

Sedangkan Ganjar Pranowo disebut 17 ribu kali di Twitter. 21 persen tweet bicara soal kaitan Ganjar dengan Pilkada DKI Jakarta.

Mayoritas pengguna Twitter yang merespons Emil berjenis kelamin laki-laki, jumlahnya mencapai 56 persen atau 382 ribu akun. Begitu juga akun Twitter Ganjar, direspons mayoritas laki-laki sekitar 61 persen.

Akun Twitter Emil @ridwankamil sudah diikuti 1,31 juta akun, mengikuti 2.720 akun, membagikan tweet 39,2 ribu kali, dan disukai 21,3 ribu akun. Ganjar jauh lebih aktif di Twitter dibandingkan Emil.

Buktinya, hingga saat ini terhitung ia sudah menggunggah 48,2 ribu kali. Akun @ganjarpranowo mengikuti 2.166 akun dengan pengikut sebanyak 579 ribu, dan disukai 26 akun.

Direktur Komunikasi Indonesia Indicator Rustika Herlambang menyebut sosok Emil dan Ganjar karena keduanya sangat sadar media dan menggunakan media untuk mengajak partisipasi masyarakat.

“Keduanya punya kemampuan berkomunikasi yang baik di depan publik. Sadar media itu sangat penting,” kata Rustika dalam program talk show Mata Najwa di Metro TV bertema Pejabat Kekinian, Rabu (9/3/2016).

Jangkauan pemberitaan soal Emil dan Ganjar tidak hanya di wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah, tapi sudah merambah ke daerah sekitarnya. Menurut Rustika, pejabat di daerah lain mengintip, membicarakan, dan meniru apa yang dilakukan Emil dan Ganjar.

“Keduanya mediagenic. Pemberitaan negatifnya (tentang Emil dan Ganjar) hanya 14 persen, sangat kecil,” ujar Rustika.

Ridwan Kamil saat meninjau persiapan Konferensi Asia Afrika di Jalan Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat, Kamis 23 April 2015
Ridwan Kamil saat meninjau persiapan Konferensi Asia Afrika di Jalan Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat, Kamis 23 April 2015. (Antara Foto/Widodo S. Jusuf)

Ganjar dan Emil merasa media sosial sangat efektif mendukung keduanya dalam menyelesaikan masalah di daerah masing-masing.

Ganjar pernah mendapat laporan melalui media sosial dari warga bahwa ada oknum di Samsat yang meminta-minta uang. “Pak kami dimintai duit,” cerita Ganjar menirukan laporan warganya di media sosial.

Ganjar meminta warga memoto wajah oknum tersebut. Ganjar menyelidiki informasi itu dengan menghubungi pejabat di Samsat dan benar ada onum yang meminta uang ke warga. Oknum tersebut langsung dipecat.

Kasus lainnya, warga melapor ke Ganjar melalui media sosial bahwa ada seorang ibu diduga diusir anaknya tidur di pos ronda. “Tidak lebih dari dua jam dibawa Dinas Sosial,” ujar Ganjar.

Ganjar juga menerima informasi ada warganya yang kena kanker. Banyak juga yang melaporkan jalan rusak atau pungutan liar di sekolah.

Emil juga menceritakan pengalamannya berinteraksi dengan masyarakat melalui media sosial. Suatu saat, ia di-mention oleh warga ada seorang nenek tertabrak angkutan umum.

Dalam hitungan menit, Emil menindaklanjuti laporan itu. “Saya telepon Dinas Sosial dan camat. Hitungan setengah jam dari peristiwa, nenek itu sudah ditolong,” kata Emil.

loading...