HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Tiga Tersangka Suap MA Diperiksa KPK

2

HARIANACEH.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa tiga tersangka kasus dugaan suap penundaan salinan putusan kasasi di Mahkamah Agung. Tiga tersangka itu ialah pemilik PT Citra Gading Asritama Ichsan Suaidi, pengacara Awang Lazuardi Embat, dan Kasubdit Kasasi Perdata Direktorat Pranata dan Tata Laksana Pranata Perdata Mahkamah Agung Andri Tristianto Sutrisna.

“Mereka diperiksa sebagai saksi,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha di Gedung KPK, Jalan H. R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jakarta Selatan, Kamis (10/3/2016).

Ichsan dan Awang bakal diperiksa sebagai saksi dari tersangka Andri Tristianto Sutrisna. Sedangkan Andri akan menjalani pemeriksaan sebagai saksi dari tersangka Awang Lazuardi Embat.

Selain itu, lembaga antikorupsi ini juga berencana memanggil karyawan PT Citra Gading Asritama Siti Badriyah. Dia bakal diperiksa sebagai saksi dari tersangka Andri.

PT Citra Gading Asritama merupakan perusahaan milik tersangka suap Ichsan Suaidi. Kuat dugaan pemeriksan ini dilakukan untuk mengungkap kasus suap yang dilakukan atasannya tersebut.

KPK diketahui sedang mendalami mekanisme penanganan perkara di MA setelah suap dalam penerbitan salinan kasasi yang menyeret Andri Tristianto Sutrisna terbongkar.

Andri diduga menerima suap dari Direktur PT Citra Gading Aristama Ichsan Suadi lewat pengacaranya Awang Lazuardi Embat. Suap bertujuan untuk menunda pengiriman salinan kasasi kasus yang menjerat Ichsan.

Ichsan merupakan terdakwa korupsi megaproyek Dermaga Labuhan Haji senilai Rp82 miliar di Mataram. Di tingkat kasasi, dia divonis lima tahun penjara oleh majelis hakim M.S. Lumme, Krisna Harahap, dan Artidjo Alkostar. Vonis dibacakan pada 9 September 2015.

Supaya tak buru-buru dieksekusi, Ichsan diduga menyuap Andri sebesar Rp400 juta agar menunda pengiriman salinan putusan. Duit diberikan lewat pengacaranya, Awang Lazuardi Embat.

Namun, kejahatan ketiganya terendus lembaga antikorupsi. Selesai transaksi suap, Andri, Ichsan, dan Awang ditangkap KPK. Saat itu, penyidik KPK turut menyita sebuah koper yang berisi uang Rp500 juta di rumah Andri.

Ichsan dan Awang ditetapkan sebagai tersangka selaku pemberi suap. Dia dikenakan Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara, Andri jadi tersangka penerima suap. Dia disangka Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Andri diduga mengalirkan suap tersebut ke sejumlah pihak. KPK akan mengembangkan perkara ini ke pihak-pihak yang ikut menerima suap. “Nanti kita selidiki siapa lagi yang (terlibat),” kata Ketua KPK Agus Rahardjo, Selasa 16 Februari 2016.

loading...