HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

PLN Aceh Padamkan Listrik, Ekonomi Amburadul

2

HARIANACEH.co.id, BANDA ACEH — Banyak pihak menyoroti krisis listrik yang terjadi di Aceh beberapa bulan terakhir ini dan lebih parahnya dimulai pada akhir 2015. Masyarakat di provinsi Serambi Mekkah ini masih sering kali mengalami pemadaman listrik sehingga berdampak pada aktivitas perekonomiannya.

“PLN Aceh selama sebulan ini semakin parah sekali terutama persoalan pemadaman bergilir yang membuat Aceh ekonominya amburadul. Disisi lain efek dari pemadaman ini banyak warga Aceh menghujat Perusahaan Listrik Negara,” sebut Saifullah Hayati Nur saat ditanyai HARIANACEH.co.id di kantor Media Harian Aceh Indonesia, Jumat (11/3).

“Saya tanyakan pada kalian, terutama teman-teman di Media Harian Aceh Indonesia, apakah kalian merasa nyaman disaat kalian sedang bertugas khususnya yang duduk di depan komputer dan sedang mengupdate informasi, kemudian tiba-tiba di waktu sama seperti hari sebelumnya PLN memadamkan arus Listrik?,” sambung Saifullah Hayati Nur.

“Tentunya tidak merasa nyaman bukan? Apalagi sedang melakukan tugas jurnalistik, yang seharusnya berita tersebut atau informasi tersebut harus dengan segera dinaikkan ke Media tapi harus tertunda karena PLN padamkan listrik? pada berantakan bukan kerja kalian?,” pungkas pemilik Media Harian Aceh Indonesia ini.

Memang, dari pantauan HARIANACEH.co.id, lebih sebulan sudah PLN melakukan pemadaman bergilir khususnya di Kota Banda Aceh. Hal tersebut menyebabkan pertumbuhan perekonomian di Kota Banda Aceh dan Kabupaten-Kabupaten lainya makin lamban. Gairah perekomonian Aceh perlahan-lahan terpuruk.

Saifullah Hayati Nur juga menambahkan, “Coba kalian perhatikan mereka-mereka para pengusaha menengah ke bawah, dimana mereka sangat menggantungkan diri pada kebutuhan listrik untuk menjalankan roda usahanya, saya kasih contoh konkrit saja, semisal Warung Kopi yang menyediakan sarana WiFi, tentunya ini membutuhkan aliran listrik, ketika listrik padam saya tanya sama kalian HARIANACEH.co.id, kemana para pengunjung Warung Kopi tersebut jika PLN padamkan listrik? pasti mereka akan meninggalkan warung kopi, dan jika warung kopi tersebut ditinggal para pelanggannya pasti warung kopi tersebut merugi bukan?, nah ini saya pribadi menilai PLN itu tidak punya pemikiran sampai ke situ. Tahunya mereka cuma ingin selalu ditingkatkan kesejahteraan karyawannya. Gaji mereka itu setiap tahunnya bertambah terus, namun infrastruktur PLN sendiri tidak terpikirkan oleh mereka, Indonesia ini sudah merdeka 70 Tahun yang lalu, jadi jangan jadikan Aceh khususnya seperti 70 Tahun yang lalu yang masih menggunakan obor,” tegasnya.

“Selama saya dulu menuntut ilmu di India, nyaris tidak seharipun selama 8 tahun saya disana, PLN India memadamkan listrik, Indonesia dan India itu gak jauh-jauh tanggal kemerdekaannya jadi masak kita di Indonesia masih seperti di Afrika,” tambah Saifullah Hayati Nur menceritakan pengalamannya semasa di India.

“Pemkot juga harus berperan di sini, khususnya Wali Kota Banda Aceh, tegur dan tanyakan itu pimpinan PLN Kota Banda Aceh, jangan dibiarin selalu seperti ini, bisa bahaya dengan Ekonomi Aceh,” tegas Saifullah Hayati Nur.

“PLN itu ibarat jantung bagi tubuh manusia, jadi kalau PLN padamkan listrik artinya manusia akan mati karena jantungnya berhenti dan ini sangat berbahaya sekali,” tambahnya lagi.

“Hal ini apa sudah disampaikan atau ditanyakan ke Anggota DPRA?, kalau belum coba kalian (HARIANACEH.co.id, -red) tanyakan langsung ke Anggota DPRA. Merekakan wakil rakyat seharusnya yang seperti ini yang kerap dialami sendiri oleh mereka ya harus bersuara donk, itukan PLN mitra mereka, jadi ya tegur PLN, panggil Pimpinan Wilayahnya,” tutup Saifullah Hayati Nur.

HARIANACEH.co.id berusaha menghubungi pihak PLN namun sampai berita ini diturunkan tidak ada seorangpun yang bisa dimintai keterangan terkait kerap sekali PLN memadamkan arus listrik khususnya di Kota Banda Aceh. (HAI/Azvira)

loading...