HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

3 Indeks Utama Wall Street Dikokohkan Investor Eropa

2

HARIANACEH.co.id – Tiga indeks utama di bursa Wall Street menguat sebagai imbas dari investor Eropa yang bersemangat setelah Bank Sentral Eropa (ECB) memberikan stimulus.

Indeks Dow Jones dan S & P 500 menguat dan mendekati leverl terbaik mereka di 2016. Tak hanya itu, euforia tersebut juga didukung dari kekuatan harga minyak yang melajukan saham energi.

Kepala Investasi North Star Investment Management Corp, Eric Kuby, menganalisa, jika investor menepis skeptisisme atas paket stimulus ECB yang dibayangi oleh sinyal dari berakhirnya penurunan suku bunga.

Sepanjang perdagangan Jumat waktu setempat, bursa Wall Street terpantau bullish karena diperkuat oleh harga minyak yang mantap menguat. Kondisi ini berkorelasi erat dengan ekuitas sepanjang tahun.

Harga minyak mentah AS naik hampir dua persen dan Brent mendarat di atas USD40 per barel setelah Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan harga minyak mungkin sudah menuju level terendahnya.

Reuters melansir, Sabtu, 12 Maret, indeks Dow Jones industrial average naik 218,18 poin atau 1,28 persen ke 17.213,31, indeks S & P 500 menguat 32,62 poin atau 1,64 persen menjadi 2.022,19, serta Nasdaq Composite bertambah 86,31 poin atau 1,85 persen ke 4.748,47.

Untuk minggu ini, indeks Dow Jones naik 1,2 persen, S & P naik 1,1 persen, dan Nasdaq bertambah 0,7 persen, menandai minggu positifnya untuk tiga indeks tersebut dalam empat pekan berturut-turut.

Saat ini, investor sedang mengalihkan perhatian mereka ke Bank Sentral AS Federal Reserve, yang akan bertemu pada 15-16 Maret untuk memutuskan tingkat suku bunga.

The Fed mengatakan berada di jalur untuk menaikkan suku bunga secara bertahap tahun ini, tapi keputusan akan bergantung pada kesehatan ekonomi. Data terbaru menunjukkan pasar tenaga kerja AS tetap kuat namun pertumbuhan upah masih menjadi perhatian.

Sekitar 7,5 miliar lembar saham berpindah tangan di bursa AS, di bawah rata-rata selama 20 sesi terakhir sebesar 8,5 miliar lembar saham.

loading...