HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Asvi Warman Adam: Supersemar Masih Berdampak Hingga Sekarang

1

HARIANACEH.co.id – Dampak dari penerbitan Supersemar atau Surat Perintah 11 Maret 1966 dinilai masih terasa hingga saat ini. Di antaranya yakni masih adanya tindak kekerasan kepada masyarakat.

“Supersemar persoalan secarik kertas. Tapi yang lebih utama dampaknya. Pengalihan kekuasaan yang menimbulkan kekerasan terhadap masyarakat, sampai hari ini dampaknya masih ada,” ujar Peneliti Sejarah dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Asvi Warman Adam dalam diskusi di Jalan Wijaya Timur III, Jakarta Selatan, Jumat (11/3/2016).

Selain itu, dampak yang masih terlihat yakni dalam pemilihan pejabat eselon I. Menurut dia, dalam pemilihan itu harus disertakan memo dari Badan Intelijen Negara (BIN) terkait rekam jejaknya. Hal ini guna melihat apakah yang bersangkutan memiliki keturunan yang berkaitan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) atau tidak.

“Memang ada Tap MPRS 25 (Tahun 1996), larangan penyebaran Marxis, tapi itu tidak ada hubungannya dengan jabatan anak yang keturunan PKI,” imbuhnya.

Asvi menilai perlu adanya rekonsiliasi untuk menyelesaikan semua ini. Dan, ia juga meminta agar adanya pelurusan terhadap fakta sejarah.

“Diorama di Monas soal Supersemar, itu mengesankan Jenderal Soeharto pasif, dia hanya menjalankan perintah,” kata dia.

loading...