HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Deparpolisasi, Kegagalan Pemahaman Sebagian Elite Partai Politik

2

HARIANACEH.co.id – Isu deparpolisasi atau pelemahan peran partai politik merupakan bentuk gagal paham sejumlah elite partai politik. Pasalnya, kata peneliti senior CSIS J Kristiadi, undang-undang yang membuka pintu bagi orang yang ingin bertarung di pilkada lewat jalur independen merupakan produk partai politik lewat fraksi di DPR.

“Itu pernyataan yang aneh sebenarnya karena mereka (parpol) juga yang membuat aturan itu. Jalur independen itu pilihan disediakan parpol. Itu yang harus diluruskan,” ujar Kristiadi ketika dihubungi, Jumat (11/3/2016).

Tudingan deparpolisasi mengalir terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang memilih bertarung lewat jalur independen. Jika menengok ke belakang, kata Kristiadi, bukan kali ini saja muncul calon independen dalam ajang pemilihan umum di Indonesia.

Saat Pilkada DKI 2012, misalnya, ada dua pasang calon yang maju melalui jalur independen. Mereka adalah pasangan Faisal Basri-Biem Benyamin dan Hendardji Soepandji-Riza Patria. Namun, ketika itu tidak ada yang kritik menyengat terhadap pasangan tersebut dengan menyebut mereka melakukan deparpolisasi.

“Kali ini berbeda karena ada interest (kepentingan). Interest ini yang akhirnya membutakan logika,” tandas dia.

Kristiadi menegaskan, sebagai sebuah pilihan politik, tak ada argumentasi apapun yang menyatakan jalur independen adalah inkonstitusional.

Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan Universitas Padjadjaran Muradi mengatakan, Pilkada DKI merupakan momentum bagi partai politik untuk memperbaiki mesin partai mereka.

Kegagalan utama partai politik, kata Muradi, disebabkan karena partai politik masih sangat kuat mempertimbangkan aspek kepemilikan modal dan popularitas saat mengusung calon.

Menurut dia, dalam paham demokrasi, parpol merupakan hulu pencetak kader berkualitas. Ia mengingatkan agar parpol tak khawatir karena dalam sistem demokrasi, kehadiran parpol merupakan keniscayaan.

“Di Amerika atau Filipina, sudah ramai kandidat independen, tapi pemenangnya kerap dari parpol. Karena itu, relawan dan parpol ibarat dua sisi mata uang,” kata dia.

Muradi juga menyinggung soal permintaan mahar oleh partai politik yang dilontarkan Ahok. Menurut Muradi, ketika memilih jalur independen, logistik yang dibutuhkan seorang calon justu lebih besar.

Meski demikian, ia menilai jika Ahok gagal dalam pilkada 2017, langkah mantan bupati Belitung Timur itu bisa menginspirasi generasi selanjutnya untuk berjuang di jalur independen.

loading...