HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Oposisi Suriah: Assad Harus Lengser! Hidup ataupun Mati

2

HARIANACEH.co.id – Oposisi Suriah menegaskan Presiden Bashar al-Assad harus menanggalkan jabatannya, hidup atau mati, jika ingin perundingan damai untuk mengakhiri konflik berkepanjangan berlangsung sukses.

Perundingan damai konflik Suriah yang ditengahi PBB di Jenewa, Swiss, dimulai Senin mendatang. Ini merupakan kelanjutan upaya komunitas internasional dalam mengakhiri konflik yang sudah menewaskan lebih dari 270 ribu orang di tahun kelima.

“Kami meyakini periode transisi harus dimulai dengan lengsernya, atau matinya, Bashar al-Assad,” ucap kepala negosiator oposisi Mohammad Alloush, seperti dilansir ABC, Sabtu (12/3/2016).

“Dialog tidak dapat dimulai dengan kehadiran rezim, atau kepala rezim yang masih berkuasa,” sambung dia.

PBB mendorong adanya pemerintahan transisi di Suriah untuk membuat sebuah konstitusi baru dalam enam bulan ke depan. Sementara pemilihan umum legislatif dan presiden Suriah dijadwalkan digelar tahun depan.

Grup oposisi HNC bersikukuh bahwa pemerintahan transisi diberikan kekuatan eksekutif secara menyeluruh. Ide ini ditolak mentah-mentah rezim Assad.

“Jika (HNC) terus bersikap seperti ini, tidak ada alasan mereka harus datang ke Jenewa,” kata Menteri Luar Negeri Suriah Walid Muallem di Damaskus.

Presiden Suriah Bashar al-Assad
Presiden Suriah Bashar al-Assad. (AFP)

Assad menjadi objek utama dalam proses perundingan damai konflik Suriah. Rusia, sekutu utama Suriah, menolak adanya wacana pendepakan Assad. Sementara oposisi yang didukung Amerika Serikat mendorong Assad untuk mundur.

Menlu Arab Saudi mengklaim bahwa banyak orang menginginkan masa depan cerah untuk Suriah yang dipimpin orang selain Assad. Namun Muallem menegaskan tidak ada satu negara pun yang berhak mendiskusikan kepresidenan atau pilpres di Suriah. “Hak ini eksklusif bagi warga Suriah,” ujar dia.

Pertempuran di Suriah berkurang drastis sejak gencatan senjata mulai diberlakukan hampir dua pekan lalu.

loading...