HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Serangan Kimia ISIS Akan Dibalas PM Irak

2

HARIANACEH.co.id — Perdana Menteri Irak Haide al-Abadi bertekad membalas serangan kimia yang dilancarkan kelompok militan Islamic State (ISIS) di sebuah kota dekat Kirkuk.

“Serangan gas di Taza yang membuat bocah perempuan meninggal dunia tidak akan dibiarkan begitu saja,” tegas Abadi, seperti dilansir Al-Arabiya, Sabtu (12/3/2016).

Tim pakar masih menganalisis sampel bahan kimia di kota Taza, namun pejabat setempat menduga ISIS menggunakan gas mustard.

Abadi menjanjikan dukungan penuh dalam hal medis ke semua korban di Taza, yang 600 di antaranya terkena serangan ISIS.

Ratusan orang menghadiri pemakaman Fatima Samir, bocah perempuan berusia tiga tahun yang tewas dalam serangan gas ISIS. Sejumlah peziarah membawa papan berisi desakan kepada pemerintah pusat untuk melindungi mereka dari serangan serupa.

Pejabat AS dan Irak mengatakan pasukan khusus Negeri Paman Sam telah menangkap kepala dari sebuah unit ISIS yang mengembangkan senjata kimia dalam penggerebekan sebulan lalu. Koalisi AS mengatakan bahan kimia yang digunakan ISIS sejauh ini adalah termasuk klorin dan sulfur, yang tidak terlalu mematikan.

“Ini adalah ancaman nyata, namun bukan ancaman mematikan,” tutur Kolonel Steve Warren pada Jumat kemarin.

Koalisi AS mulai menggempur infrastruktur bahan kimia ISIS dengan serangan udara dan operasi khusus di Irak sejak dua bulan lalu.

ISIS diyakini memiliki sebuah unit khusus untuk senjata kimia yang terdiri dari deretan ilmuwan Irak yang pernah bekerja di bawah diktator Saddam Hussein.

loading...