HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Gencatan Senjata Sementara di Suriah Terancam Pasca Bentrokan Terbaru

5

HARIANACEH.co.id – Gencatan senjata sementara di Suriah terancam runtuh oleh berlanjutnya pertempuran antara pasukan pemerintah dengan kelompok oposisi, Sabtu (2/4/2016), yang terjadi di luar kota Aleppo dan beberapa area lain di utara.

Sedikitnya 25 tentara rezim Presiden Bashar al-Assad dan 16 pejuang oposisi tewas dalam pertempuran terbaru di Aleppo, di mana grup militan Al Nusra Front dan pemberontak merebut sebuah desa di dekat jalan raya.

Seperti dikutip Associated Press, pertempuran di Aleppo merupakan yang paling serius sejak gencatan senjata sementara diterapkan pada 27 Februari. Gencatan senjata ini dibentuk oleh Amerika Serikat dan Rusia.

Pergerakan pemberontak yang aktif juga berisiko membuat Rusia kembali ke medan tempur, setelah menarik mundur sebagian besar militernya usai merebut kota kuno Palmyra dari kelompok militan Islamic State (ISIS).

Kementerian Pertahanan Rusia menyampaikan keluhannya atas pelanggaran gencatan senjata di Suriah.

Letnan Jenderal Sergei Kuralenko, kepala militer pusat koordinasi militer Rusia di Suriah, mengaku sudah memberitahu AS mengenai pelanggaran ini. Ia juga memberitahu bahwa Al Nusra Front sudah menguasai sejumlah grup yang sebelumnya diakui sebagai oposisi, pihak yang ikut serta dalam gencatan senjata di Suriah.

Gencatan senjata sementara di Suriah hanya tidak melibatkan dua grup, yakni ISIS dan Al Nusra Front.

loading...