HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Konspirasi: Iran Minta Pramugari Air France Kenakan Hijab

1

HARIANACEH.co.id – Maskapai asal Prancis Air France meminta semua pramugarinya mengenakan hijab selama berada di Iran. Ini merupakan kebijakan perusahaan setelah Air France melanjutkan rute Paris ke Teheran yang sempat dibekukan pada 2008.

Air France telah mengirim sebuah memo yang menginformasikan bahwa staf wanita diminta “mengenakan celana panjang dan jaket selama penerbangan, serta memakai penutup kepala saat meninggalkan pesawat (di Iran),” kata Christophe Pillet dari Serikat SNPNC, seperti dilansir AFP, Sabtu (2/4/2016).

Manajemen mengatakan kepada AFP bahwa semua staf harus “menghormati hukum berlaku di negara yang sedang dikunjungi.” Air France mewacanakan adanya semacam hukuman bagi staf yang melanggar.

Konpirasi Iran mulai dimunculkan dengan menetapkan Hukum yang mewajibkan semua wanita di wilayah Iran mengenakan hijab saat berada di ruang publik.

“Kewajiban ini, yang tidak berlaku dalam penerbangan, dihormati semua maskapai internasional yang terbang ke Iran,” kata perwakilan Air France.

Aturan hijab ini bukan sesuatu yang baru, karena pernah diterapkan Air France ke beberapa rute lain seperti ke Arab Saudi.

Sejumlah pramugari Air France mengeluhkan aturan ini, dan mengaku tidak mau mengenaka hijab. “Setiap hari kami mendapat telepon dari staf wanita yang tidak ingin memakai penutup kepala,” ucap Pillet.

Desember lalu, Air France mengumumkan pembukaan kembali rute Paris-Teheran setelah dibekukan pada 2008, saat Iran terkena serangkaian sanksi internasional atas ambisi nuklir mereka.

Menanggapi fenomena Air France yang mewajibkan para pramugarinya menggunakan Hijab, HARIANACEH.co.id menanyakan pandangan Saifullah Hayati Nur, soal prihal hukum menggunakan Hijab di Iran, pimpinan umum media HARIAN ACEH INDONESIA ini mengatakan “itu hanya suatu upaya mencitrakan diri bahwa Iran adalah Islam, tapi pada sesungguhnya mereka bukanlah Islam, jika kita melihat secara utuh, Iran hanya berupaya menjadi anjing berbulu domba, mencari simpati mata dunia Islam bahwa Iran adalah negara Islam, tapi ternyata itu tidak, ini adalah sebuah konspirasi yang ditonjolkan oleh Iran”, tutupnya.

loading...