HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Setelah Ditinggal Militan ISIS, Beginilah Kondisi Palmyra

2

HARIANACEH.co.id – Sepekan sudah Palmyra direbut kembali dari tangan kelompok militan Islamic State (ISIS). Pasukan pemerintah Suriah menemukan jejak-jejak kehancuran setelah 10 bulan ISIS berkuasa di Palmyra, termasuk ribuan ranjau dan bom yang ditinggalkan.

Pasukan Suriah menemukan sebuah kuburan massal di timur laut Palmyra, dengan sekitar 40 jenazah di dalamnya. Jenazah tersebut kebanyakan perempuan dan anak-anak.

Seperti dilansir CNN, Senin (4/4/2016), kumpulan jenazah itu termasuk dalam ratusan orang yang dibunuh ISIS sejak mereka mulai berkuasa di Palmyra pada Mei tahun lalu. Sejumlah jenazah memperlihatkan tanda-tanda pemenggalan dan penyiksaan.

Pasukan Suriah juga menjinakkan ribuan bom dan ranjau yang ditinggalkan ISIS di kota yang dianggap bersejarah tersebut. Bom-bom terpasang di banyak tempat, di pintu rumah, pepohonan, bahkan pada hewan-hewan.

Menurut pejabat setempat, ada sekitar 3.000 bom yang sudah berhasil dijinakkan sejak Palmyra direbut dari ISIS.Pasukan pemerintah Suriah dan milisi yang setia kepada Presiden Bashar al-Assad, berhasil merebut Palmyra dari ISIS pada Minggu 27 Maret lalu. Mulai hari itu, mereka mencari jejak-jejak kematian dan kerusakan yang ditinggalkan ISIS.

Banyak jurnalis mengatakan Palmyra tak ubahnya gurun pasir. Situs-situs arkeologi yang tadinya begitu megah, rata dengan tanah.

Palmyra termasuk kota yang kaya dengan peninggalan-peninggalan kuno dan bersejarah. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahkan menetapkan kota ini sebagai situs Warisan Dunia.

Tapi ISIS telah menghancurkan sejumlah peninggalan, termasuk Arch of Triumph yang berusia 1.800 tahun, dan Kuil Baalshamin yang berusia hampir 2.000 tahun.

Arch of Triumph dibangun di bawah Kaisar Romawi Septimius Severus antara tahun 193 dan 211. ISIS juga memenggal mereka yang merawat dan menjaga situs peninggalan-peninggalan tersebut.

Palmyra dikuasai oleh Romawi pada paruh pertama abad pertengahan. Seni dan arsitekturnya memperlihatkan perpaduan gaya Romawi, Yunani, dan Persia.

loading...