HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Fahri Hamzah Dipecat Partai Keadilan Sejahtera, Ini Alasannya

2

HARIANACEH.co.id – PKS telah memberikan penjelasan soal pemecatan Fahri Hamzah, kader PKS yang menjabat sebagai wakil ketua DPR. Penjelasan disampaikan pada website resmi PKS.

Berdasarkan penjelasan tertulis itu, Fahri disebut kerap kali tak menjalankan amanah partai. Termasuk, ketika ia berkali-kali mangkir dari sidang Majelis Tahkim PKS.

Badan Penegak Disiplin Organisasi (BPDO) PKS akhirnya merekomendasikan pemberhentian Fahri melalui putusan No.02/PUT/MT-PKS/2016. Majelis Tahkim melaksanakan rekomendasi BPDO melalui putusan pada 20 Maret 2016 yang disampaikan kepada Dewan Pengurus Tingkat Pusat (DPTP) PKS.

“Selanjutnya, pada tanggal 23 Maret 2016, DPTP melimpahkan kepada DPP PKS untuk menindaklanjuti sebagaimana diatur dalam AD/ART PKS,” bunyi keterangan tertulis yang dikeluarkan PKS, Senin (4/4/2016).

Pemecatan Fahri bukan tanpa alasan jelas. PKS mendaftar banyak pembangkangan oleh Fahri dalam rentang waktu tertentu, terutama ketika menjabat sebagai Pimpinan DPR.

Fahri yang terkenal ceplas ceplos saat memberi pernyataan sebenarnya telah diperingatkan sejak tahun lalu. Ia diminta menyesuaikan diri dengan kebijakan PKS sebagai partai dakwah yang disiplin dan santun. Fahri diwajibkan mengikuti arahan partai dalam menyampaikan pendapat ke publik agar tidak menimbulkan kontroversi.

Sayangnya, beberapa kali teguran dan pemanggilan oleh petinggi PKS diabaikan Fahri. Ia kembali dipanggil untuk ditinjau kedudukannya sebagai Wakil Ketua DPR pada 23 Oktober 2015.

Fahri diminta mengundurkan diri karena pilihan lain yang tersedia hanyalah pemecatan oleh DPP. Pria kelahiran Sumbawa ini berjanji mengundurkan diri pada pertengahan Desember  2015.

Lagi-lagi, pria 44 tahun ini tak menepati janji. Para petinggi PKS mau tak mau mengambil langkah tegas. Fahri dinyatakan dipecat. Surat pemecatan telah beredar di media, beberapa hari lalu.

Beberapa Kesalahan Fahri

PKS mencatat beberapa kesalahan fatal yang dilakukan Fahri. Kesalahan itu dilakukan meski teguran keras telah diberikan.

Fahri dianggap bersalah ketika menyebut anggota DPR RI ‘rada-rada bloon’ dalam salah satu acara yang disaksikan publik. Atas pernyataan itu, Fahri dilaporkan sebagian koleganya di lembaga lesgislatif kepada Mahkamah Kehormatan Dewan,

“Kemudian Fahri diputus oleh MKD melakukan pelanggaran kode etik ringan,” jelas keterangan tertulis itu.

Tak cukup di situ, Fahri kembali memberikan pernyataan kontroversial soal Komisi Pemberantasan Korupsi. Mengatasnamakan DPR, Fahri sepakat membubarkan lembaga antirasuah.

Selain itu, Fahri dianggap bersalah ketika pasang badam untuk tujuh proyek DPR. Sikap itu bukan merupakan arahan Pimpinan PKS sebagai wadah berpolitik Fahri. Padahal, Fahri telah diingatkan untuk mengedepankan terobosan ketimbang kebanyakan bicara proyek.

loading...