HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Nasib Sanusi Akan Ditentukan Partai Gerindra Hari Ini

8

HARIANACEH.co.id – Majelis Kehormatan Gerindra akan menggelar sidang untuk menentukan nasib Mohamad Sanusi hari ini. Sanusi yang merupakan Ketua Komisi D DPRD DKI Fraksi Gerindra saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan korupsi dalam proyek reklamasi Teluk Jakarta.

“Betul, Senin (4/4/2016), Majelis Kehormatan partai akan bersidang,” kata Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad di Jakarta, Minggu (3/4/2016).

Menurut dia, meski saat ini proses hukum masih berjalan, Partai Gerindra tetap akan menjalankan mekanisme internal partai terkait tindakan kadernya yang diduga melanggar hukum.

Mekanisme internal itu untuk menegakkan, menjunjung tinggi aturan, disiplin, kehormatan partai, menjaga kemurnian, cita-cita dan ideologi partai.

“Kendati demikian, Partai Gerindra memegang prinsip asas praduga tidak bersalah dan berharap agar proses hukum dapat berjalan dengan baik dan adil,” ujar dia.

Dasco menegaskan, sejak awal sikap Partai Gerindra sangat jelas, menentang dan dengan tegas melarang anggotanya terlibat dalam tindakan apapun yang sifatnya melawan hukum, melanggar Undang-undang dan Konstitusi, apalagi korupsi.

Dia mengatakan, apabila ada anggota Gerindra yang menduduki jabatan eksekutif atau legislatif dan kemudian terbukti melakukan perbuatan melawan hukum, maka harus bertanggung jawab penuh terhadap perbuatan.

KPK resmi menetapkan Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta M. Sanusi, PT APL Ariesman Widjaja (AWJ) dan Karyawan PT APL Trinanda Prihantoro (TPT) jadi tersangka kasus suap. Hal ini merupakan hasil operasi tangkap tangan KPK, Kamis 31 Maret 2016.

KPK mencokok Sanusi di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta, Kamis pukul 19.30 WIB. Di sana, MSN baru saja menerima uang TPT. Sementara, TPT diamankan di kantornya di Jakarta Barat.

KPK mengamankan barang bukti uang sebanyak Rp1,140 miliar yang merupakan pemberian kepada MSN. Politikus Gerindra ini diketahui menerima sekitar Rp2 miliar namun uang itu sudah digunakannya hingga hanya bersisa Rp1,140 miliar.

Fulus itu terkait pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda) tentang rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Provinsi DKI Jakarta 2015-2035. Selain itu, terkait raperda tentang rencana kawasan tata ruang kawasan strategis pantai Jakarta Utara.

MSN dan TPT dibawa dan diperiksa di Kantor Lembaga Antikorupsi. Sementara, AWJ baru menyerahkan diri ke KPK untuk diperiksa pada Jumat malam.

MSN dijadikan tersangka penerima suap. Dia disangkakan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang 39 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah UU 20 Tahun 2001 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Sementara, TPT dan AWJ jadi tersangka pemberi suap. Keduanya disangkakan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 b atau Pasal 13 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time