HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Ramon Fonseca: Pembocoran Panama Papers adalah Kriminal

4

HARIANACEH.co.id – Sebuah bocoran masif berisi jutaan dokumen finansial yang melibatkan banyak tokoh dunia menggegerkan dunia. Bocoran yang dinamakan Panama Papers ini berasal dari Mossack Fonseca, sebuah perusahaan hukum yang berbasis di Panama.

Bocoran didapatkan seorang sumber yang enggan disebutkan namanya dari surat kabar Sueddeutsche Zeitung asal Jerman, yang dibagikan ke seluruh dunia oleh International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ).

Salah satu pendiri Mossack Fonseca, Ramon Fonseca, mengatakan kepada AFP pada Senin (4/4/2016), bahwa bocoran tersebut adalah “sebuah kejahatan, pelanggaran dan juga merupakan serangan terhadap Panama.”

“Beberapa negara tidak suka saat kami begitu kompetitif dalam menarik minat sejumlah perusahaan,” tutur Ramon.

Pemerintah Panama mengatakan tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk transaksi keuangan yang mencurigakan. Panama menegaskan akan “bekerja sama dengan intens” terhadap proses investigasi terkait Panama Papers.

Sebanyak 12 kepala negara, termasuk yang masih berkuasa dan sudah berhenti, disebutkan dalam dokumen ini. Mereka di antaranya perdana menteri Islandia dan Pakistan, presiden Ukraina dan raja Arab Saudi. Terdapat pula nama Messi asal klub Barcelona dan bintang film Jackie Chan.

PM Islandia Sigmundur David Gunnlaugsson membantah memiliki aset rahasia di luar negeri. “Saya tidak punya yang seperti itu. Pertanyaan Anda lebih seperti menuding saya,” ujar dia kesal, yang kemudian membatalkan wawancara dengan saluran televisi SVT asal Swedia.

Juru bicara Gunnlaugsson bersikukuh sang PM dan istrinya selama ini selalu tunduk dan patuh pada aturan hukum.

Sedikitnya 33 orang dan perusahaan yang ada di Panama Papers telah masuk daftar hitam pemerintah Amerika Serikat (AS) atas dugaan transaksi mencurigakan.

Panama Papers, yang meliputi transaksi keuangan dari 1877 hingga akhir tahun lalu, disebut ICIJ sebagai “bocoran yang belum pernah ada sebelumnya dari dunia keuangan offshore.”

Munculnya Panama Papers mengingatkan masyarakat global atas bocoran Wikileaks pada 2010, yang meliputi rilisnya 500 ribu dokumen rahasia militer terkait perang di Afghanistan dan Irak serta 250 ribu pesan diplomatik. Bocoran Wikileaks ini membuat AS geram.

loading...