HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Skandal Keuangan Tokoh Dunia Terungkap dari Bocoran Panama Papers

8

HARIANACEH.co.id – Sebuah bocoran masif dari 11,5 juta dokumen mengungkap skandal keuangan sejumlah tokoh dunia, mulai dari orang terdekat Presiden Rusia Vladimir Putin hingga bintang sepakbola Lionel Messi.

Serangkaian dokumen ini didapatkan seorang sumber anonim dari surat kabar Sueddeutsche Zeitung asal Jerman, yang dibagikan ke seluruh dunia oleh International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ).

Dokumen ini, yang meliputi sekitar 214 ribu entitas dunia keuangan dalam kurun waktu 40 tahun, berasal dari Mossack Fonseca, perusahaan hukum asal Panama yang memiliki cabang di lebih dari 35 negara.

Salah satu yang disebutkan dalam dokumen bernama Panama Papers ini menyebutkan beberapa orang dekat Putin. Mereka disebutkan “secara diam-diam memutar uang hingga senilai USD2 miliar melalui bank dan perusahaan palsu.”

Sebanyak 12 kepala negara, termasuk yang masih berkuasa dan sudah berhenti, disebutkan dalam dokumen ini. Mereka di antaranya perdana menteri Islandia dan Pakistan, presiden Ukraina dan raja Arab Saudi. Terdapat pula nama Messi asal klub Barcelona dan bintang film Jackie Chan.

Panama Papers juga menuding Presiden Tiongkok Xi Jinping dan keluarganya memiliki keterkaitan dengan sejumlah uang di rekening luar negeri. PM Islandia juga dituding secara diam-diam memiliki jutaan dolar selama negaranya dilanda krisis keuangan.

Ada pula dokumen yang menyebutkan bahwa anggota komite etik FIFA Juan Pedro Damiana memiliki bisnis dengan tiga pria yang telah didakwa terlibat dalam skandal korupsi di dunia sepakbola.

Michel Platini, kepala UEFA yang dilarang terlibat kegiatan sepakbola selama 6 tahun dari 2015, dituding menggunakan Mossack Fonseca untuk membuat sebuah perusahaan palsu. Sementara Messi dan ayahnya juga dituduh memiliki sebuah perusahaan palsu yang tidak ditemukan tim investigasi Spanyol.

“Saya rasa munculnya dokumen ini akan menjadi bocoran terbesar skandal keuangan global karena cakupannya yang sangat luas,” tutur kepala ICIJ Gerard Ryle.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat