HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Kawasan Industri Halal Bakal Segera Dikembangkan Indonesia

5

HARIANACEH.co.id – Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berkeinginan mengembangkan kawasan industri halal. Selain untuk pasar dalam negeri karena sebagian penduduk Indonesia beragama Muslim, produk-produk halal yang dihasilkan industri ini juga dinilai memiliki pangsa pasar besar di regional ASEAN.

Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri (PPI) Kemenperin Imam Haryono mengakui, sebenarnya keinginan ini mengikuti pembangunan kawasan industri halal yang telah dikerjakan Thailand. Bahkan pada 2020, negeri Gajah Putih itu menargetkan untuk jadi negara eksportir produk halal terbesar ketiga dunia.

“Produk halal kan treatment-nya lebih bagus, jadi masyarakat mau bayar mahal. Ini jadi suatu yang menjanjikan. Makanya nanti kita bicarakan ke pelaku usaha bahwa jangan sampai kita hanya jadi pasar,” ujar Imam di Jakarta, Senin, 4 April.

Dia menuturkan, produk yang akan dihasilkan di kawasan industri halal ini nantinya tidak hanya sebatas produk makanan saja, namun juga untuk produk kosmetik dan obat-obatan. ‎Menurutnya, label halal tersebut akan membuat produk lebih tertangani dengan baik mulai dari bahan baku, kemasan, hingga distribusinya.

Pengembangan kawasan industri halal ini, sambung Imam, tidak hanya menyasar pada penduduk muslim dunia yang jumlahnya sekitar 1,8 miliar jiwa. Lebih jauh, produk halal ini menyasar juga pada penduduk non-muslim yang mulai mempersepsikan bahwa produk halal diproses dengan baik.

“‎Penduduk dunia yang muslim kan 1,8 miliar. Nah, yang non-muslim ini mulai melihat bahwa produk halal lebih tertangani dengan baik, jadi image-nya semakin baik dan lebih bagus,” imbuh dia.

Tahap awal, kawasan industri halal ini akan dikembangkan terlebih dulu di wilayah Jawa. Setelah itu, baru kemudian merambah ke wilayah lain di Indonesia.

“‎Ya pasti nanti di Jawa dulu lah, kita harus fair harapannya kan sampai ke consumer goods kan. Consumer goods kan dekat consumer ya, tidak mungkin kan di Papua kita buat halal, karena nanti biaya distribusinya jadi mahal,” pungkas Imam.

loading...