HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

KPK Fokus Pantau Enam Provinsi Termasuk Aceh Karena Rawan Korupsi

9

HARIANACEH.co.id – Enam dari 34 provinsi di Indonesia menjadi fokus utama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam pencegahan tindak pidana korupsi. Enam provinsi itu yakni Aceh, Sumatera Utara, Riau, Banten, Papua Barat, dan Papua.

Ketua Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha mengatakan, enam provinsi itu kerap terjadi korupsi. Nugraha mengatakan, KPK fokus mengawasi dan memperbaiki pemerintahan di wilayah itu guna mengantisipasi tindak pidana korupsi.

“Misalnya KPK telah menangani perkara yang terjadi di Provinsi Sumatera Utara, Riau, dan Banten,” Kata Priharsa usai bertemu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, di Balai Kota Surabaya, Jawa Timur, Selasa (5/4/2016).

Tiga gubernur Riau ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi. Sedangkan di Aceh, Papua, dan Papua Barat, ada dana besar yang sedang dikucurkan dari pusat untuk wilayah tersebut.

“Untuk itu, sudah saatnya KPK melakukan perbaikan yang signifikan untuk pemerintahan di Indonesia,” kata dia.

Untuk memperbaiki pemerintahan dari tindak pidana korupsi, KPK mendorong Kementerian Dalam Negeri melakukan perbaikan sistem pemerintahan. Perbaikan sistem itu akan dilakukan khususnya di sektor pengadaan barang dan jasa, sektor anggaran, dan sektor perijinan.

“Tiga sektor ini banyak terjadi masalah di pemerintahan daerah di Indonesia, maka itu harus benar-benar diperbaiki,” ujar dia.

Sementara itu, KPK juga menilai beberapa daerah dengan sistem pemerintahan yang baik sebagai contoh atau ‘Base Practice’ bagi daerah lain. KPK menilai Pemerintahan Surabaya cukup bagus dalam hal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

Selain Surabaya, Pemerintah Daerah lain yang menurut KPK sudah cukup baik dalam penggunaan teknologi informasi adalah Batam.

“Ada hasil positif dari sistem yang dijalankan Pemkot Surabaya, yakni penghematan anggaran dan penggunaan atas anggaran itu,” pungkas dia.

loading...