HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Lemahnya Sektor Komoditas Bikin Wall Street Ikut Terseret

1

HARIANACEH.co.id – Bursa saham di Amerika Serikat (AS) berakhir lemah pada perdagangan Senin setelah meraup keuntungan dari reli di pasar saham dan membuatnya mencetak level tertinggi di 2016.

Kerugian terhadap saham komoditas yang terkait dan industri mengimbangi keuntungan dalam perawatan kesehatan. Sektor material dalam indeks S & P turun satu persen setelah harga tembaga menyentuh level terendahnya dalam satu bulan, sementara saham energi tergelincir oleh lemahnya harga minyak.

Selain itu, investor juga yang menguatkan diri untuk musim laba kuartal pertama yang lemah, di mana penghasilan perusahaan yang berada di bawah indeks S & P 500 diproyeksikan telah jatuh 7,1 persen dari kuartal pertama tahun lalu, demikian menurut data Thomson Reuters.

Reuters melansir, Selasa, 5 April, indeks Dow Jones industrial average ditutup turun 55,75 poin atau 0,31 persen menjadi 17.737, indeks S & P 500 melemah 6,65 poin atau 0,32 persen ke 2.066,13, serta Nasdaq Composite turun 22,75 poin atau 0,46 persen ke 4.891,80.

Sebagian besar saham-saham di Wall Street telah pulih dari kerugiannya sejak pertengahan Februari, karena harga minyak yang stabil dan kurangnya kekhawatiran tentang ekonomi Tiongkok.

Saat ini, investor menunggu berita segar pada prospek suku bunga berikut yang bisa mendorong kondisi di pasar keuangan AS. Pekan lalu, Ketua Federal Reserve Janet Yellen mengatakan akan berhati-hati dalam menaikkan suku bunga.

Sementara proyeksi The Fed menunjukkan adanya dua kenaikan suku bunga tahun ini, namun pedagang di pasar saham hanya mengharapkan satu kenaikan, sesuai dengan program FedWatch CME Group.

Volume perdagangan relatif ringan. Sekitar 6,4 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, di bawah rata-rata harian selama 20 hari perdagangan terakhir sebesar 7,6 miliar lembar saham, demikian menurut data Thomson Reuters.

loading...