HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Mantan Rektor IPB Achmad Memed Satari Meninggal Dunia

19

HARIANACEH.co.id – Mantan Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Achmad Memed Satari wafat di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta, pada pukul 21.46 WIB, Senin 4 April. Guru besar itu meninggal di usia 83 tahun.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB Yonny Koesmaryono mengatakan, Satari merupakan guru besar yang sangat disegani. Sebagai rektor, ia memiliki integritas dan jiwa kepemimpinan tinggi.

“Beliau adalah bapak sekaligus guru yang dihormati dan mengayomi gerakan-gerakan mahasiswa pada waktu itu,” Kata Yonny Koesmaryono kepada wartawan, Selasa (5/4/2016).

Almarhum menjabat Rektor IPB selama dua periode yakni 1970-1974 dan 1974-1978. Hal monumental yang pernah dilakukan adalah menyusun rencana pengembangan IPB untuk pertama kalinya, melaksanakan kurikulum Sarjana 4 tahun pada 1972, pendirian Sekolah Pascasarjana (1975) dan pembukaan Program Doktor (1978).

Kepala Biro Hukum, Promosi dan Humas IPB, Yatri Indah Kusumastuti menuturkan, rencananya, jenazah dikebumikan di pemakaman keluarga di Bandung pada Selasa. Pihaknya menyampaikan duka mendalam atas kepergian almarhum.

“Segenap civitas akademika IPB menyatakan rasa duka yang mendalam. Semoga amal ibadah almarhum diterima oleh Allah SWT, diampuni dosa-dosanya dan ditempatkan di sebaik-baiknya tempat disisi Allah SWT,” kata Yatri.

Data Humas IPB, almarhum lahir pada 13 Maret 1933. Lulus insinyur dari jurusan Kehutanan Universitas Indonesia (UI) pada 1958, Master of Forestry dari Oregon State University pada 1961 dan PhD dalam bidang Soil Science dari Michigan State University pada 1967. Sebagai ilmuan selanjutnya beliau berkarir di Fakultas Pertanian IPB, dengan spesialisasi Ilmu Tanah. Almarhum diangkat menjadi guru besar dalam bidang Ilmu Tanah di IPB tahun 1970.

Sejumlah jabatan lain pernah diembannya di antaranya Direktur Pusat Penelitian Pertanian Bogor (1973-1976), Ketua Center of Excellence (UI,IPB,ITB,UGM,UNAIR) (1974-1975), Staf Ahli Menteri Muda Produksi Pangan (1978-1983), Ketua Deputi Bidang Ilmu Dasar dan Terapan (PDIT) BPPT (1983-1990), Sekretaris Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup (KLH) (1988-1990), Anggota Dewan Riset Nasional (DRN) (1984-1994), Tenaga Ahli Menteri Kehutanan (1992-2001).

Beliau juga pernah tergabung dalam beberapa aktivitas nonstruktural seperti Ketua Tim Penelitian dan Pengembangan Hutan Sagu (1984-1994), Ketua Tim Penelitian dan Pengembangan Di Lembah Baliem (Wamena) dan Pegunungan Jaya Wijaya (Tiom) (1985-1995), Ketua Tim Ahli Bimas Ketahanan Pangan Depertemen Pertanian (1999-2000), Ketua Komite Reformasi dan Pembangunan Kehutanan dan Perkebunan (1998-2000), dan membantu kerjasama perhutani dengan Pesantren Darussalam Wanayasa dalam pertanian terpadu melalui Pola Hutan Kemasyarakatan (2001-2002).

AM Satari tercatat tergabung dalam beberapa perhimpunan profesi yaitu anggota Perhimpunan Insinyur Indonesia (1957), Delta Phi Society (1958), Anggota Perhimpunan Sarjana Kehutanan (1959), Sigma Xi Society (1967), Ketua Himpunan Ilmu Tanah Indonesia (1970-1974) dan Perhimpunan Agronomi Indonesia (1980).

Tanda penghargaan yang sudah diraih oleh beliau antara lain Pahala Alma dari IPB, Satya Lencana Pembangunan, Commandeur in de Leopolds orde dari Belgia sebagai rektor, Perhargaan dari Persatuan Insinyur Indonesia dalam Tekhnik Pertanian, Penghargaan dari USDA dalam Soil and Water Conservation, Honorary President dari International Sago Development Center Jepang, Penghargaan dari Universitas Cendrawasih sebagai pelopor peneliti Sagu dan sejumlah penghargaan lainnya.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat